Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi. (Foto: Bola.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Perang urat saraf mulai memanas jelang duel Timnas Indonesia melawan Vietnam pada fase grup ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026.
Kiper Timnas Indonesia, Cahya Supriadi, menyebut turnamen tersebut menjadi kesempatan tepat bagi skuad Garuda untuk membalas hasil-hasil kurang memuaskan saat menghadapi Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Cahya, Vietnam merupakan lawan yang selalu tampil ngotot dan siap melakukan apa pun demi mengamankan kemenangan.
“Mungkin tahun ini waktunya balas dendam buat Vietnam. Kita kerja keras, karena tahu Vietnam bisa menghalalkan segala macam cara agar dia bisa menang. Pada intinya, kita harus bisa lebih kerja keras dibandingkan Vietnam. Kalau Vietnam bisa seperti itu, kita bisa lebih seperti itu,” kata Cahya di Jakarta, Jumat (3/6/2026).
Pernyataan penjaga gawang muda tersebut menjadi sinyal bahwa rivalitas Indonesia dan Vietnam diprediksi kembali berlangsung panas pada Piala AFF 2026.
Senada dengan Cahya, gelandang muda Rayhan Hannan memperkirakan pertandingan melawan Vietnam akan berlangsung sengit.
“Akan menjadi pertandingan yang seru sih,” ujar Rayhan.
Pada Piala AFF 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Turnamen dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Publik sepak bola Indonesia berharap pelatih John Herdman mampu mengakhiri penantian panjang Timnas Indonesia untuk meraih gelar juara Piala AFF.
Sepanjang sejarah keikutsertaan di turnamen tersebut, pencapaian terbaik Indonesia baru sebatas enam kali menjadi runner-up tanpa pernah mengangkat trofi juara.
Menjelang turnamen, Herdman memilih tidak terburu-buru membicarakan target juara. Pelatih asal Inggris itu menegaskan fokus utamanya adalah membawa tim melewati setiap pertandingan dengan hasil maksimal.
“Ya, dan saya sudah katakan ini, saya akan konsisten mengatakannya, Anda menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan,” ujar Herdman.
Ia menilai seluruh peserta Piala AFF memiliki karakter dan tantangan berbeda, termasuk rival-rival tradisional yang selama ini menjadi pesaing utama Indonesia.
“Setiap lawan di AFF memiliki tantangannya sendiri. Tim yang tidak diunggulkan, dan kemudian tim yang merupakan pertandingan derby sesungguhnya seperti Malaysia atau Thailand, misalnya,” katanya.
“Maksud saya, tim-tim ini semoga kita bisa bertemu mereka di turnamen. Tapi seperti yang saya katakan kepada para pemain, fokus setiap pertandingan, satu per satu,” lanjut Herdman.
Laga melawan Vietnam diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menentukan bagi Timnas Indonesia di fase grup. Selain memperebutkan tiket ke babak berikutnya, duel tersebut juga sarat gengsi mengingat rivalitas kedua negara yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












