Cinta Laura mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup circular fashion dengan mendonasikan pakaian bekas demi mengurangi limbah tekstil. (Foto: Pomelo)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Figur publik sekaligus pegiat isu sosial, Cinta Laura, kembali menyoroti dampak buruk limbah tekstil terhadap lingkungan. Secara tersirat, ia mengkritisi pola konsumsi dalam industri mode (fashion) saat ini yang kerap mengabaikan aspek keberlanjutan dan memicu penumpukan limbah pakaian.
Menurut Cinta, industri mode menuntut perubahan besar menuju praktik circular fashion (mode sirkular). Ia menekankan krusialnya memperpanjang siklus hidup pakaian dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak sekadar mengikuti tren secara konsumtif, tetapi juga bertanggung jawab atas pakaian yang telah mereka beli.
Sebagai solusi nyata atas permasalahan limbah tekstil tersebut, sebuah gerakan guna ulang (reuse) dan daur ulang (recycle) pakaian pun diinisiasi.
Kampanye sosial dan lingkungan bertajuk “Share The Style” ini diwujudkan melalui kolaborasi antara jenama busana Pomelo, di bawah naungan PT Kurnia Ciptamoda Gemilang (PT KCG), bersama dengan Cinta Laura Foundation dan Rantai Tekstil Lestari Indonesia.
Kampanye keberlanjutan ini secara resmi diluncurkan bersamaan dengan pergelaran busana “9 to Verse” yang berlokasi di Central Park, Jakarta, guna mengedukasi perempuan urban mengenai pentingnya mode yang bertanggung jawab.
Langkah nyata dari kolaborasi strategis ini langsung membuahkan hasil yang signifikan. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, gerakan donasi ini sukses menampung lebih dari 231 kilogram pakaian bekas dari masyarakat. Angka pengumpulan baju bekas ini melesat jauh melampaui ekspektasi awal, dengan persentase pencapaian hingga 231 persen dari target bulanan yang ditetapkan.
Business and Operation Director PT KCG, Haryanto Pratantara, menilai respons luar biasa ini membuktikan tingginya animo masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan industri mode.
“Lewat ‘Share the Style‘, kami melangkah lebih jauh dengan mengajak pelanggan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Respons luar biasa ini membuktikan bahwa banyak orang ingin menjadi bagian dari perubahan,” ungkap Haryanto.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi menekan limbah tekstil dan menyalurkan pakaian bekas mereka, program donasi ini masih terus dibuka hingga Juli 2026. Masyarakat dapat menyalurkannya secara langsung melalui kotak-kotak penampungan khusus yang tersedia di sejumlah gerai fesyen terkait di wilayah Jakarta, Medan, dan Yogyakarta.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










