Kapal-kapal yang akan berlayar dalam misi kemanusiaan menembus blokade Gaza Global Sumud Flotilla 2026 sedang bersandar di pelabuhan Barcelona, Spanyol.(Foto: Doc. GPCI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Suasana haru dan hangat mewarnai sebuah pelabuhan di Barcelona, Spanyol, menjelang keberangkatan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026.
Delegasi Indonesia yang diwakili Steering Committee GSF, Maimon Herawati, bersama Saif Abukeshk, menerima titipan surat dari warga setempat.
Surat-surat tersebut diserahkan menjelang armada berlayar untuk menembus blokade Gaza, Palestina. Dalam rekaman video yang diterima, Maimon tampak menerima langsung titipan tersebut dalam sebuah tas jinjing bercorak cokelat.
Setiap surat berisi pesan harapan dan solidaritas dari warga dunia untuk anak-anak di Gaza. Jarak ribuan kilometer tidak menghalangi dukungan dan doa yang terus mengalir.
Armada kemanusiaan dijadwalkan bertolak serempak dari Barcelona pada Ahad ini. Selain dari Barcelona, sekitar 20 kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Freedom Flotilla Coalition dan Thousand Madleens telah lebih dahulu berlayar sejak 4 April dari Marseille, Prancis. Misi serupa juga direncanakan berangkat dari sejumlah titik lain di Eropa.

Maimon, yang juga Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), merupakan perwakilan Indonesia dalam Steering Committee Global Sumud Flotilla 2026. Ia sebelumnya menjelaskan bahwa misi tahun ini tidak hanya ditempuh melalui jalur laut Mediterania, tetapi juga melalui konvoi darat yang melintasi negara-negara Maghribi.
Dua jalur tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, air bersih, makanan, serta kebutuhan bagi bayi dan perempuan.
GPCI memproyeksikan tiga kapal untuk misi pelayaran kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla guna menembus blokade Gaza pada 2026.
Salah satu kapal yang akan dibeli melalui hasil urunan masyarakat Indonesia itu akan diberi nama Kapal Farizal Ramadhon. Farizal merupakan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur di Lebanon saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL).
Sementara itu, dua kapal lainnya direncanakan bernama Kapal Malahayati dan Kapal Hasanuddin. Ketiga kapal tersebut akan bergabung dengan sekitar 100 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang akan berlayar menuju Gaza.
Maimon menambahkan, salah satu kapal berbendera Polandia yang berangkat dari Barcelona membawa bantuan perlengkapan pendidikan untuk anak-anak di Gaza.
“Anak-anak di beberapa negara, ingin menyampaikan kepada anak-anak di Gaza, kalau mereka juga mengingat teman-temannya yang ada di Gaza. Dan mereka mengirimkan tas-tas sekolah untuk dibawakan melalui misi Gloal Sumud Flotilla,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









