Kebijakan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby mengubah acara seremonial lebaran jadi aksi sosial. (Foto: Dok. Pemkot Banjarbaru).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby ogah merayakan Idulfitri 1447 Hijriah dengan kegiatan ajang pamer acara formal. Ia memilih mengalihkannya menjadi aksi sosial nyata bagi masyarakat, panti asuhan, hingga pondok pesantren.
Langkah ini diambil Lisa sebagai tindak lanjut atas instruksi pemerintah pusat yang mengharamkan pemborosan anggaran saat Lebaran.
“Pada momen ini kita berharap mudah-mudahan masyarakat Kota Banjarbaru dalam kehidupan damai, tentram, dan masyarakatnya bisa berkecukupan,” ujar Lisa Halaby dalam keterangannya.

Alih-alih menggelar acara formalitas yang menguras kas daerah, Lisa justru turun langsung membagikan paket makanan kepada jemaah. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarbaru kini lebih peka dengan kondisi lapangan.
“Dan hari ini kita juga berbagi ke panti-panti asuhan, pondok pesantren, dan jemaah yang ada di sini juga,” tambahnya.

Kebijakan pangkas seremonial ini digelar usai pelaksanaan Salat Id di Masjid Agung Al Munawwarah, Sabtu (21/3/2026). Efek positif kebijakan ini langsung dirasakan warga.
Umar, jemaah asal Banjarbaru Selatan, mengaku lebih sreg dengan gaya Lebaran pejabat yang mau berbagi langsung ke masyarakat bawah. “Alhamdulillah, senang saja, sekalian buat sarapan setelah ini,” tutur Umar singkat.

Perubahan gaya Lebaran di Banjarbaru sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang sebelumnya mewanti-wanti seluruh kepala daerah agar menunda semua kegiatan seremonial yang cuma buang-buang uang rakyat.
Tito meminta pejabat lebih sensitif dan tidak menggelar acara yang memicu polemik di media sosial, terutama saat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menggencarkan efisiensi besar-besaran di semua lini.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










