Saat IHSG Turun, Investor Asing Justru Borong Saham Rp654,9 Miliar, Kok Bisa?

Clara Medium.jpeg

Senin, 2 Februari 2026 – 21:25 WIB

Pejabat OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan keterangan pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026). OJK mencatat investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp654,9 miliar di pasar modal, meski IHSG mengalami pelemahan. (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Pejabat OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan keterangan pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026). OJK mencatat investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp654,9 miliar di pasar modal, meski IHSG mengalami pelemahan. (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, melaporkan bahwa investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp654,9 miliar di pasar saham Indonesia.

Dia menjelaskan, aksi beli ini terjadi setelah investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) selama empat hari berturut-turut pada pekan lalu.

“Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp654,9 miliar. Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah empat hari kemarin net sell dari foreign,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).

Friderica menambahkan, pelemahan pasar modal tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di pasar regional. Di Korea Selatan, misalnya, Indeks Kospi sempat mengalami trading halt akibat penurunan signifikan.

“Secara regional, indeks-indeks di regional juga minus ya, kalau kita lihat di Kospi Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5,4 persen, kemudian di Hong Kong, kemudian India, Singapura, dan China juga secara regional melemah,” kata dia.

Menurut Friderica, saham yang mengalami penurunan sebagian besar adalah saham dengan valuasi tinggi. Sebaliknya, saham dengan fundamental baik cenderung mengalami kenaikan.

“Jadi, ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini, tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) memastikan seluruh perdagangan di pasar modal Indonesia dilakukan secara teratur, wajar, dan efisien.

“Kami ingin memastikan bahwa OJK bersama seluruh SRO memastikan ya seluruh perdagangan dilakukan secara teratur wajar efisien,” tegas dia.