IHSG Berdarah! Awal Pekan Kelabu, Indeks Terjun Bebas ke Level 7.922

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 2 Februari 2026 – 21:02 WIB

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasar modal Indonesia mengawali pekan dengan rapor merah yang menyakitkan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bak terjun payung tanpa pengaman, terseret arus aksi jual masif hingga terlempar dari level psikologisnya.

Menutup perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG terjerembab di posisi 7.922. Angka ini mencerminkan koreksi tajam sebesar 406,9 poin atau anjlok hingga 4,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Bahkan, pada jeda siang tadi, indeks sempat limbung dan menyentuh titik terendah di level 7.887.

Data dari RTI Infokom mencatat intensitas perdagangan yang sangat tinggi di tengah kepanikan pasar. Total transaksi mencapai Rp29,17 triliun dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 50,39 miliar lembar.

Kondisi papan skor bursa pun nampak mengenaskan. Tercatat hanya 58 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Sebaliknya, sebanyak 720 saham ‘kebakaran’ alias bertumbangan, sementara 36 saham lainnya bergeming di posisi stagnan.

Sentimen Global Menekan 

Loyonya bursa domestik sejalan dengan ‘tsunami’ merah yang menyapu pasar ekuitas global. Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,25 persen, disusul Shanghai Composite (SSE) China yang merosot 2,48 persen, dan Hang Seng Hong Kong yang jatuh 2,23 persen. Straits Times Singapura pun tak luput dari koreksi meski tipis, yakni 0,31 persen.

Setali tiga uang, aroma pesimisme juga tercium dari tanah Eropa. Indeks DAX Jerman melemah 0,07 persen dan FTSE 100 Inggris turun 0,24 persen.

Sementara itu dari Wall Street, mayoritas indeks utama masih betah di zona merah. S&P 500 tergerus 0,43 persen dan Dow Jones melemah 0,36 persen. Hanya NASDAQ Composite yang menjadi anomali dengan sedikit penguatan sebesar 0,94 persen.

Para pelaku pasar kini menanti apakah ini merupakan koreksi sehat atau sinyal awal dari tren bearish yang lebih panjang di kuartal pertama tahun ini.