Di Depan Majelis Hakim, Ammar Zoni Singgung Artis-Artis Pakai Narkoba

Haris Medium.jpeg

Kamis, 8 Januari 2026 – 16:54 WIB

Aktor Ammar Zoni saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Pusat. (Foto: Inilah.com/Harris Muda)

Aktor Ammar Zoni saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Pusat. (Foto: Inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Mantan aktor Muhammad Ammar Akbar alias Ammar Zoni mengklaim kalau kebanyakan publik figur atau selebritas merupakan seorang pengguna narkotika atau zat berbahaya sejenisnya.

Itu disampaikan Ammar dalam persidangan lanjutan terkait dugaan peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan alias Lapas di Pengadilan Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Awalnya Ammar secara terbuka mengakui kalau dia sudah kecanduan narkotika dan zat sejenis lainnya setelah sempat beberapa kali tersandung kasus hukum.

Tercatat, sejak 2017 hingga 2023, Ammar tercatat tiga kali berurusan dengan hukum akibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu.

“Saya kecanduan Yang Mulia. Sejujurnya saya kecanduan,” katanya di depan majelis hakim.

Hakim Ketua Dwi Elyarahma Sulistiyowati kemudian menanyakan bentuk kecanduan yang dirasakan Ammar, khususnya saat tidak lagi mengonsumsi narkotika.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ammar mengaku kerap menggunakan zat amfetamin yang terkandung dalam narkoba jenis sabu ketika masih aktif bekerja di dunia hiburan.

“Inilah yang jahatnya narkoba, Yang Mulia. Ketika sudah satu kali kena, narkoba itu adalah penyakit otak kronis. Jadi itu akan timbul lagi,” katanya.

Ammar lalu mengakui, penggunaan narkotika di kalangan artis bukanlah hal yang asing. Bahkan kata dia, rata-rata rekan artis menggunakan zat terlarang tersebut untuk menunjang pekerjaan mereka

“Nah, di situ, di saat saya memakai itu, memang sewaktu itu saya pakai untuk bekerja. Dan enggak cuma saya doang, hampir semua juga artis-artis rata-rata juga memakai,” ujar Ammar.

Hakim Ketua kembali mendalami dampak kecanduan tersebut dan menanyakan apa yang dirasakan Ammar ketika berhenti menggunakan narkoba. Ammar menjelaskan efek putus zat lebih banyak menyerang kondisi psikologis.

“Enggak ada masalah sama sekali. Tapi ketakutan. Inilah ketakutan ketika para pengguna ini. Ketika sudah berhenti dari zat, putus zat, memang ada rasa yang berbeda. Contohnya demam, terus juga rasa insecure, ketakutan, kegelisahan. Itu menyerang psikologis,” jelasnya.

Namun, Ammar menilai sebagian besar efek tersebut bersifat sugesti. Ia mengakui selama ini kerap menyepelekan dampak narkoba hingga akhirnya kembali terjerumus.

“Sejujurnya itu semua hanya sugesti, Yang Mulia. Saya selalu menyepelekan. Saya akui kesalahan saya adalah selalu menyepelekan. Terakhir saya pakai sekitar dua tahun lalu,” pungkasnya.