Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Desember 2025, mencapai Rp695,1 triliun. Atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Defisit naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen ini, misi menjaga ekonomi tetap ekspansi di tengah tekanan global yang tinggi. Inilah kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0 juga bisa, tapi ekonomi morat-marit,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam paparan, Menkeu Purbaya menyampaikan, keseimbangan primer APBN yang mengalami defisit Rp180,7 triliun, atau 185 persen dari target awal yang ditetapkan Rp109,9 triliun.
Kemudian, realisasi pendapatan negara sepanjang 2025 tercatat hanya Rp2.756 triliun. Atau hanya 91,7 persen dari target 2025 yang sebesar Rp2.865 triliun.
Angka tersebut lebih rendah ketimbang realisasi pendapatan negara sepanjang 2024 yang mencapai Rp2.850 triliun.
Di sisi lain, realisasi belanja negara sepanjang 2025 tercatat Rp3.451 triliun. Angka ini setara 95,3 persen dari target Rp3.527 triliun. Namun, realisasi belanja naik dibanding 2024 yang mencapai Rp3.359 triliun.
Dengan demikian, pembiayaan anggaran negara tercatat tembus Rp744 triliun atau 120% dari target sebesar Rp662 triliun. Angka ini juga lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yang tercatat hanya Rp554,8 triliun.














