Prabowo Tunjukkan Rasa Hormat pada Pejuang Pangan, Mentan dan Petani Diganjar Bintang Jasa

Wiguna Medium.jpeg

Rabu, 7 Januari 2026 – 13:27 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi sektor pertanian nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto: Antara/Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto menyematkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi sektor pertanian nasional di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Foto: Antara/Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah hamparan sawah yang menjadi saksi panen raya nasional, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada mereka yang selama ini bekerja senyap di balik ketahanan pangan. Rabu (7/1/2026), dari Karawang, Jawa Barat, negara menyampaikan terima kasihnya melalui penganugerahan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan pelaku sektor pertanian, bertepatan dengan pengumuman capaian swasembada pangan nasional.

Prosesi penganugerahan yang juga diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta ini menjadi simbol apresiasi negara atas kontribusi nyata para penerima penghargaan dalam memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian pangan Indonesia.

Penghargaan diberikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wirakarya, yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 7 Januari 2026.

Presiden menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Penghargaan ini diberikan atas kepemimpinan serta perannya dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional dan melakukan reformasi di sektor pertanian.

Dari sektor hulu, Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Heri Sunarto, seorang petani dari Kelompok Tani Ngudi Luhur, Kabupaten Sukoharjo. Ia menjadi representasi dedikasi petani yang selama ini menjaga produktivitas pangan dari sawah dan ladang.

Sementara itu, Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian Kabupaten OKU Timur, serta Winarto dari Poktan Sri Sedhono, Kabupaten Ngawi. Keduanya dinilai berjasa dalam pendampingan petani dan penguatan kelembagaan pertanian di tingkat daerah.

Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang dianggap memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional. Mereka antara lain Letnan Jenderal TNI Mohammad Naudi Nurdika selaku Danko Diklat TNI, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Wakil Asisten Teritorial Kodam XVIII/Kasuari Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra Putra, serta Dandim Merauke Letkol Czi. Dili Eko Setyawan.

Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Don Muzakir selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia, Mugi Raharjo selaku Penyuluh Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Aseng dari Poktan Ciraden Kabupaten Cianjur, serta Nurul Hadi dari Poktan Sri Ki Lamaran Kabupaten Indramayu.

Sehari sebelumnya, dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian penting lainnya. Cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog kini telah menembus angka lebih dari 3 juta ton—jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, bahkan melampaui rekor pada era Presiden Soeharto.

Prabowo menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dan menjadi fondasi kuat untuk percepatan target swasembada pangan. Target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, kini diyakini dapat terwujud bahkan pada tahun pertama masa pemerintahannya.

Di tengah konflik dan ketidakpastian geopolitik global, Presiden Prabowo kembali menekankan bahwa kemandirian pangan adalah syarat utama kemerdekaan bangsa. Ia pun menargetkan swasembada tidak hanya pada komoditas beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lainnya serta sumber protein nasional.