Menteri Ara Janji akan Bangun Hunian Tetap Sebanyak 2.600 Unit untuk Korban Bencana Sumatera

Clara Medium.jpeg

Rabu, 17 Desember 2025 – 19:15 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (17/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (17/12/2025).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan pemerintah telah siap untuk membangun hunian tetap bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal itu menyusul hasil rapat bersama Menteri Hukum Supratman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Nasarudin Umar, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh hingga Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/12/2025) malam.

“Per hari ini sudah ada kesiapan untuk membangun rumah bagi saudara-saudara kita ya di Sumatera Barat, di Sumatera Utara, dan Aceh sebesar 2.603 unit,” ujar Maruarar kepada wartawan, di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Ara panggilan akrab Maruarar mengatakan, pembangunan hunian tetap itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Dia juga meminta kepada Menteri PMK, Pratikno untuk segera mengambil rapat koordinasi bersama aparat penegak hukum untuk mengurusi administrasi dan aspek hukum.

“Mohon juga koordinasi dengan BPK dan BPKP supaya masalah aturan, lahan, ini bisa terkonsolidasi dengan cepat. Bagaimana kita bisa bekerja dengan benar sesuai aturan tapi juga cepat. Karena Presiden, itulah arahannya kepada kami,” kata dia.

“Jadi mohon doanya kepada rakyat Indonesia, kita mulai, ya, kita mulai bulan ini untuk membangun hunian tetap bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana di Sumatera Barat, di Aceh, dan Sumatera Utara,” tambahnya.

Dia menyebut, pembangunan rumah juga akan mengedepankan aspek kehidupan bermasyarakat. Tak hanya itu, pemerintah juga akan membangun hunian dengan memperhatikan aspek teknikal.

“Artinya, jangan sampai kita memindahkan, merelokasi rakyat yang kena bencana, banjir, longsor ke tempat yang tidak aman. Jadi itu betul-betul diperiksa betul daerah itu aman dari situasi-situasi yang tidak baik seperti banjir dan longsor,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, nantinya pembangunan rumah akan memperhatikan ekosistem kehidupan di lingkungan hunian.

“Rumah itu bukan hanya gedungnya dibangun tapi kehidupannya berpindah begitu, ya. Jadi juga pikirkan lokasi tempat anak-anaknya bersekolah, pikirkan tempat bekerja orang tuanya, bagaimana ke pasar. Jadi itu ekosistem itu harus menjadi pertimbangan,” jelas dia.