166 Ton Logistik untuk Korban Bencana Aceh Terpusat di Bandara Sultan Iskandar Muda

Vonita Medium.jpeg

Senin, 8 Desember 2025 – 13:29 WIB

Pesawat TNI membawa bantuan bencana mendarat di Bandara SIM, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (4/12/2025). (Foto: Antara)

Pesawat TNI membawa bantuan bencana mendarat di Bandara SIM, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (4/12/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkap sebanyak 166,8 ton logistik sudah dikirimkan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Menurutnya, stok logistik di Aceh terpusat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, buffer stock atau stok cadangan yang masih tersedia mencapai 103,7 ton.

“Banyak juga yang langsung ke kabupaten/kota, tidak melalui posko kami. Sehingga tentu saja di lapangan ini lebih banyak lagi, Bapak Presiden,” kata Suharyanto, Senin (8/12/2025).

Suharyanto menjelaskan distribusi logistik yang disalurkan tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti pakaian dan perlengkapan lainnya. Ia juga mengungkap sejauh ini 15 wilayah yang terdampak banjir di Aceh telah mengalami pemulihan jaringan.

“Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Aceh, ini 15 sudah mulai pulih,” ujarnya.

Suharyanto menuturkan lima wilayah diantaranya masih menggunakan internet Starlink. Adapun kelima wilayah itu adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

“Ini secara berangsur-angsur akan kita normalkan, sehingga masyarakat ini dapat berkomunikasi ke luar. Tetapi tidak ada lagi yang sama sekali tidak bisa berkomunikasi, karena sudah kita mendorong internet Starlink dari berbagai kementerian/lembaga dan masyarakat,” paparnya.

Suharyanto memastikan titik-titik seperti kantor Kodim, kantor Bupati, dan kantor pemerintahan yang kini menjadi pusat berkumpul masyarakat. Sebab, mereka bisa mendapatkan dua hal sekaligus yaitu logistik dan akses sinyal internet.

“Tentu saja masih, masih kurang. Ini akan kita terus dorong. Nanti kami akan melaporkan barang-barang yang sangat diperlukan dan mendesak untuk tiga provinsi tersebut,” tuturnya.

Topik
Komentar