Ketika Perekonomian Lesu, Menkeu Purbaya Berkelakar Ingin Kerek Naik Pajak Anggota DPR

Clara Medium.jpeg

Kamis, 27 November 2025 – 20:30 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Hotel The Westin Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Hotel The Westin Jakarta, Kamis (20/11/2025). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Terkait peluang terjun bebasnya setoran pajak pada tahun ini, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa malah berkelakar. Pajak untuk anggota DPR bakal dikerek naik.

Narasi guyonan itu, disampaikan Menkeu Purbaya ketika dicecar pertanyaan ‘nakal’ terkait rendahnya pajak dari sejumlah anggota Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Diketahui, penerimaan pajak baru terkumpul Rp1.459 triliun dari outlook Rp2.076,9 triliun, atau 70,2 persen per Oktober 2025.

Namun, Menkeu Purbaya mengatakan, saat ini, perekonomian nasional tak bisa dianggap normal.

“Ini saya banyak ditegur masalah pajak dan lain-lain. Seolah-olah keadaan normal. Yang perlu kita ingat adalah, keadaannya kita enggak normal sampai September kemarin. Kemudian, Oktober baru mulai balik. Tapi belum keluar dari tekanan. Ini semuanya kita perbaiki. Jadi, jangan dianggap sebagai keadaan normal,” kata Menkeu Purbaya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu, mengakui lesunya pertumbuhan uang beredar di masyarakat telah lesu sejak 2024. Untuk itu, dia tak ingin menekan keuangan masyarakat maupun pengusaha dengan menaikkan pajak.

“Saya bisa saja naikin tarifnya sana-sini. Tapi hasilnya pasti lebih jelek. Kenapa? Waktu ekonomi lagi jatuh, kita kan tahu ya, kebijakan kontrol siklikal. Kalau lagi jatuh, kita bebanin lagi (rakyat), akan lebih jatuh lagi. Harusnya kita kasih stimulus,” jelas dia.

Dia mengatakan, untuk menciptakan stabilitas ekonomi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya untuk memberikan perbaikan dengan program stimulus ekonomi.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai terlihat. Tapi bukan berarti keadaan sudah normal. Jadi, kalau Anda tanya, kenapa turun segitu banyak? Ya waktu itu lagi susah. Kalau pebisnis lagi susah dipajakin, pasti ribut kan. Uangnya juga enggak ada. Orang lagi rugi,” kata dia.

Di sisi lain, dia mengakui, tertarik untuk meraup pajak sebesar-besarnya. Hanya saja, Kemenkeu perlu menyiapkan stimulus untuk menjaga perekonomian tidak terkontraksi hebat.

Solusi paling mudah, kata Menkeu Purbaya dengan nada bercanda: naikkan pajak anggota DPR. “Dalam keadaan seperti itu, acuan-acuan yang normal, penilaian dalam keadaan yang sehat, menjadi tidak pas. Jadi saya juga mau, kalau bisa kita hajar, terutama anggota DPR, pajaknya kita naikkan ya,” ungkapnya.

Topik
Komentar