Lirikan penuh makna Jokowi saat menikmati perjalanan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung (Kereta Whoosh), Rabu (13/9/2023). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/nym/pri).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang sekarang bernama Kereta Whoosh sebesar Rp116 triliun, Presiden Prabowo Subianto menyanggupi dengan cara mencicil Rp1,2 triliun per tahun.
Artinya, perlu waktu 97 tahun untuk melunasi utang Kereta Whoosh yang diwarisi rezim Jokowi itu. “Ini kan sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo yang mengatakan pemerintah siap bertanggungjawab atas proyek Kereta Whoosh tersebut,” ucap Pengamat Adidaya Institute, Ahmad Fadhli kepada Inilah.com di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dikatakan, pembayaran utang proyek Kereta Whoosh sebesar Rp1,2 triliun/tahun dari APBN ini, dapat dilihat dari dua sudut pandang. Yakni. perspektif ekonomi dan politik.
“Secara ekonomi, pemerintahan Prabowo di bawah Danantara sudah menemukan formulasi kebijakan yang tepat dalam menyelesaikan utang Kereta Whoosh,” imbuhnya.
Sementara dari perspektif politik, menurutnya, pernyataan siap bertanggungjawab yang dilontarkan Presiden Prabowo, menunjukkan adanya kompromi antara Presiden Prabowo dengan Jokowi, jauh-jauh hari sebelum polemik utang Kereta Whoosh, mencuat. “Presiden Prabowo adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi dan setia kawan,” lanjutnya.
Tahun kedua pemerintahan Prabowo, kata dia, konsolidasi politik Prabowo jauh lebih masif dan kuat. Sehingga, pernyataan pro proyek era Jokowi yang disampaikan Presiden Prabowo diharapkan tidak menimbulkan pro-kontra.
“Itu artinya pengumuman Istana soal Whoosh ini sesungguhnya menunjukkan kecakapan pemerintahan Prabowo menunggu momentum yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memastikan, pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang sekarang bernama Kereta Whoosh, menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Tahun ini, pemerintah berkomitmen membayar utang itu dengan mencicil sebesar Rp1,2 triliun. “Iya (bayar utang pakai APBN),” ujar Mensesneg Prasetyo kepada wartawan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut, Mensesneg Prasetyo menyebut, skema pembayaran utang Kereta Whoosh masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dengan pihak China, dipimpin CEO Danantara, Rosan P Roeslani.
“Belum, kemarin laporan terakhir rapat di Danantara. Jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata dia.














