Ubed Was-was Terbang ke Eropa, Konflik AS-Israel dan Iran Bayangi Tur Swiss Open 2026

Tunggal putra muda Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah bersiap menjalani rangkaian turnamen Eropa pada Maret 2026 melalui Swiss Open dan Orleans Masters. 

Di tengah persiapan tersebut, pemain yang akrab disapa Ubed itu mengaku menyimpan kekhawatiran terkait situasi keamanan penerbangan menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sempat memengaruhi lalu lintas udara di kawasan Timur Tengah.

Ubed tidak mengikuti All England 2026 yang menjadi pembuka tur Eropa karena peringkat dunianya belum mencukupi untuk masuk daftar peserta. Fokusnya kini tertuju pada dua turnamen berikutnya, yakni Swiss Open dan Orleans Masters.

Ia mengakui perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah sedikit menimbulkan kekhawatiran karena sebagian rute penerbangan menuju Eropa biasanya melintasi wilayah tersebut.

“Ya kalau kekhawatiran ada sih, tapi ya semoga bisa selamat lah,” kata Ubed saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2026).

Meski demikian, hingga saat ini Ubed belum menerima informasi khusus dari PBSI mengenai kemungkinan perubahan rute penerbangan atau penyesuaian jadwal perjalanan menuju Eropa.

“Info belum ada sih,” ujarnya singkat.

Terlepas dari situasi tersebut, persiapan Ubed menuju dua turnamen BWF World Tour itu berjalan cukup baik. Ia menyebut program latihan yang dijalani di Pelatnas selama kurang lebih tiga pekan terakhir berlangsung lancar tanpa kendala berarti, termasuk dari sisi kondisi fisik.

“Persiapan sejauh ini alhamdulillah cukup baik, lancar, tanpa cedera juga. Ada beberapa waktu kemarin sempat ada tiga minggu persiapan. Ya alhamdulillah lancar,” jelas pemain yang baru menjuarai Thailand Masters 2026 tersebut.

Selain faktor perjalanan, Ubed juga harus menghadapi tantangan adaptasi waktu dan cuaca selama berada di Eropa. Selisih waktu antara Indonesia dan sejumlah negara Eropa mencapai enam hingga tujuh jam sehingga dapat memengaruhi pola istirahat atlet.

Menurutnya, penyesuaian jadwal tidur menjadi salah satu kunci agar kondisi tubuh tetap prima saat menjalani pertandingan.

“Mungkin penyesuaiannya waktu ya. Karena beda kurang lebih enam jam atau tujuh jam. Pas di sini malam, di sana masih siang. Jadi dari tidurnya harus bisa menyesuaikan,” kata Ubed.

Turnamen Swiss Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Maret di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Setelah itu, rangkaian tur Eropa berlanjut ke Orleans Masters 2026 yang digelar pada 17–22 Maret di Palais des Sports, Orleans, Prancis.

Tantangan berat langsung menanti Ubed di Swiss Open. Berdasarkan hasil undian, ia akan menghadapi unggulan pertama asal China, Li Shi Feng, pada babak pertama. Pertemuan tersebut menjadi duel perdana kedua pemain di ajang resmi internasional.

Laga tersebut sekaligus menjadi ujian penting bagi Ubed untuk mengukur kemampuannya menghadapi pemain papan atas dunia di level BWF World Tour.