Ilustrasi. (Foto: istock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tren perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan memasuki tahun 2026. Hal ini terlihat dari kinerja fitur Pintu Futures milik PT Pintu Kemana Saja (PINTU) yang mencatatkan pertumbuhan Monthly Trading Users (MTU) atau pedagang aktif bulanan hampir 500 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal IV 2025.
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini tidak hanya terjadi pada jumlah pengguna, tetapi juga pada volume dan frekuensi transaksi.
“Performa positif tidak hanya ditunjukkan dari kenaikan signifikan MTU, namun secara volume trading, perdagangan derivatif crypto di Pintu Futures meningkat dalam periode yang sama (kuartal IV 2025 vs 2024) naik lebih dari 370 persen. Bahkan frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300 persen,” ungkap Iskandar di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Iskandar menambahkan, indikator aktivitas pengguna lainnya juga menunjukkan tren positif, di mana jumlah pengguna aktif meningkat 226 persen dan frekuensi deposit melonjak lebih dari 450 persen.
Untuk mengakomodasi tingginya minat ini, Pintu Futures menyediakan berbagai fitur seperti advanced order type, adjustable leverage hingga 25x, serta pilihan lebih dari 180 aset kripto. Pihaknya juga memberikan insentif berupa reward USDT hingga Rp2 juta bagi pengguna yang baru pertama kali melakukan trading di fitur tersebut.
Secara makro, potensi pasar derivatif kripto dinilai masih sangat besar. Mengutip data Coinglass, total perdagangan derivatif kripto global sepanjang 2025 mencapai US$85,70 triliun. Sementara di lingkup nasional, data bursa kripto CFX mencatat perdagangan derivatif baru mencapai Rp73,8 triliun pada periode September 2024 hingga September 2025.
Meski demikian, Iskandar tetap mengingatkan para investor mengenai risiko tinggi dalam instrumen ini.
“Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting… perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR),” tutupnya.














