Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan pers di Banda Aceh, Aceh, usai rapat Satgas GALAPANA DPR bersama Kementerian. (Foto: Dok. Telkomsel).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menara Base Transceiver Station (BTS) terakhir kini sudah menyala di Aceh Payung, menutup perjalanan panjang Telkomsel membangunkan kembali 1.964 titik jaringan yang ambruk pascabencana.
Tugas telah selesai seratus persen, meski harus berjibaku dengan lumpur, jatuh bangun, dan motor yang mogok di jalan setapak.
Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi serta arahan Satgas program GALAPANA DPR RI bersama kementerian, yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Dirut Telkomsel, Nugroho Nugi, menyimpan kisah di balik capaian tersebut. Salah satunya adalah perjalanan menyelesaikan site paling bandel yang tersisa di Aceh Payung, sekitar 30 kilometer dari Aceh Tamiang.

Kontur tanah basah sepanjang jalur, ditambah lumpur berat, membuat tim lebih sering merosot ketimbang melaju. Rombongan teknisi yang dipecah dalam barisan motor kerap berhenti hanya untuk menarik kendaraan rekan yang terjerembab. Meski begitu, pekerjaan tetap dituntaskan.
“Alhamdulillah, perjuangan menghidupkan site BTS terakhir di Aceh Payung berjalan lancar, seusai amanah Satgas GALAPANA DPR dan Kementerian agar 100 persen tuntas,” ucap Nugroho Nugi kepada Inilah.com, Minggu (11/1/2026).
Dengan selesainya 1.964 titik tersebut, layanan komunikasi di Aceh kini bisa kembali normal, tapi urusan stabilitas masih bergantung pada pasokan listrik setempat.
Secara terpisah, Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, memastikan seluruh BTS sudah bangkit kembali. Pemulihan jaringan disebutnya menjadi urat nadi bagi warga terdampak dan koordinasi penanganan bencana.
“Fokus kami saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kestabilan layanan seiring dengan membaiknya pasokan listrik di wilayah terdampak, agar konektivitas tetap mendukung kebutuhan masyarakat dan proses pemulihan,” ujarnya.
Meski sudah menyala, jaringan Aceh belum sepenuhnya aman. Fluktuasi listrik masih memengaruhi kualitas layanan dan memaksa Telkomsel bekerja dengan rencana cadangan.
Telkomsel mengerahkan perangkat tambahan, yakni lima unit Compact Mobile BTS yang mengisi area kritis dan permukiman sementara, serta 316 genset sebagai sumber energi darurat agar sinyal tidak kembali gelap.
Telkomsel juga menjaga koordinasi mulai pemerintah daerah, Satgas, hingga pemangku kepentingan lainnya, agar sambungan komunikasi tetap menyala bersamaan dengan upaya penanganan korban dan perbaikan wilayah.














