Pasangan selebriti Maia Estianty bersama Irwan Mussry saat menghadiri acara pengajian dan siraman El Rumi dan Syifa Hadju. Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Maia Estianty)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Suasana haru menyelimuti prosesi pengajuan dan siraman jelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju.
Di hadapan putra keduanya tersebut, Maia Estianty menyampaikan pesan mendalam yang membawa ingatan tamu undangan kembali pada masa kecil El yang penuh kenangan hingga momen-momen perpisahan yang pernah mereka lalui.
“Bunda ingat, waktu kecil kamu selalu mencari tangan Bunda untuk menggaruk dan mengelus punggungmu sebelum kamu tidur di malam hari. Dengan botol susu nempel di mulutmu, sayang,” kata Maia dalam prosesi sakral tersebut di kediaman keluarga Syifa di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026), dan disiarkan secara langsung melalui live streaming pada Sabtu (25/4/2026).
“Kamu juga yang paling rewel, paling banyak nanya, cerewet, usil, aktif banget, tapi banyak ide. Tapi juga paling perhatian ke kakak, adik, dan orang tua. Paling suka malakin orang untuk ngasih duitnya ke kakak sama adik,” kenang Maia melanjutkan.
Namun, nada bicara Maia mulai bergetar saat ia mengungkit luka lama. Perpisahan pertama mereka terjadi saat El masih sangat belia, sebuah momen yang memaksa Maia belajar menjadi seorang ibu dari jarak jauh.
“Tapi kemudian di usiamu yang baru delapan tahun, kita pernah harus terpisah, tapi berpisah untuk sementara waktu itu, sayang. Dari hari itu Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang. Terus saat kamu remaja, Bunda ngelepasin kamu lagi. Kamu harus sekolah ke London,” lanjutnya.
Maia juga membongkar rahasia yang selama ini ia simpan rapat. Saat El menempuh pendidikan di luar negeri, Maia mengaku harus pura-pura tegar demi menguatkan sang anak, meski hatinya hancur berkeping-keping.
“Saat perpisahan itu, Bunda masih ingat, Bunda memang tersenyum di depan kamu. Tapi di belakang kamu, saat Bunda meninggalkan dormitory yang sempit itu, Bunda nangis terisak-isak, keras,” katanya sembari menahan air mata.
“Karena nggak tega ninggalin kamu di negara orang sendirian. Tapi itulah hidup. Harus mengajarkan sesuatu yang tidak mudah dan tidak semuanya enak,” kata dia.
Kini, waktu seolah berputar. Maia kembali dihadapkan dengan situasi serupa, harus melepaskan putranya kembali.
Namun, berbeda dengan perpisahan sebelumnya yang menyisakan kepedihan, Maia melepas El dengan senyuman penuh keikhlasan demi kebahagiaan baru sang putra bersama wanita pilihannya.
“Dan hari ini, Bunda duduk lagi di sini melakukan lagi hal yang sama, yaitu melepasmu sekali lagi Nak, untuk ketiga kalinya. Tapi kali ini berbeda,” katanya.
“Bunda enggak akan kehilangan kamu lagi. Bunda akan menyerahmu, Bunda akan menyerahkanmu kepada Syifa, wanita pujaan hatimu yang kamu pilih menjadi istri selamanya,” tutup Maia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













