Studi baru dari peneliti Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada Jumat (14/11/2025) menemukan bahwa Grokipedia, ensiklopedia buatan AI milik Elon Musk, mengutip ribuan sumber yang “dipertanyakan” dan “bermasalah”.
Temuan ini menimbulkan keraguan serius terhadap keandalan platform tersebut sebagai alat informasi. Grokipedia diluncurkan oleh perusahaan xAI milik Musk bulan lalu untuk bersaing langsung dengan Wikipedia.
Peneliti dari Cornell Tech, Harold Triedman dan Alexios Mantzarlis, menulis dalam laporan mereka bahwa “penjaga pagar sumber (sourcing guardrails) sebagian besar telah dihilangkan di Grokipedia.”
“Ini menghasilkan penyertaan sumber-sumber yang dipertanyakan, dan prevalensi sumber yang berpotensi bermasalah secara keseluruhan lebih tinggi,” tulis laporan yang dilihat oleh AFP.
Studi tersebut, yang mengikis ratusan ribu artikel Grokipedia, menemukan bahwa tren ini sangat menonjol dalam topik-topik yang berkaitan dengan pejabat terpilih dan isu politik kontroversial.
Contoh Sumber Bermasalah
Laporan itu memberikan contoh spesifik. Artikel Grokipedia tentang “Clinton body count”—sebuah teori konspirasi yang telah lama dibantah yang mengaitkan kematian banyak orang dengan Bill dan Hillary Clinton—ditemukan mengutip InfoWars. InfoWars adalah situs web sayap kanan yang terkenal kerap menyebarkan misinformasi.
Sumber bermasalah lainnya yang ditemukan dalam artikel Grokipedia termasuk:
- Media sayap kanan Amerika dan India.
- Media pemerintah China dan Iran.
- Situs anti-imigrasi, antisemit, atau anti-Muslim.
- Portal yang dituduh mempromosikan pseudosains dan teori konspirasi.
“Grokipedia mengutip sumber-sumber ini tanpa mengkualifikasi keandalannya,” tegas laporan itu.
Salin Teks Wikipedia, tapi Cenderung Buruk
Ironisnya, studi tersebut menemukan bahwa artikel Grokipedia sering kali “berisi salinan teks yang identik” dari Wikipedia, platform yang ingin disainginya.
Namun, ketika artikel Grokipedia tidak berasal dari Wikipedia, kualitas sumbernya menurun drastis. Artikel-artikel tersebut:
3,2 kali lebih mungkin mengutip sumber yang dianggap “secara umum tidak dapat diandalkan” oleh komunitas Wikipedia.
13 kali lebih mungkin menyertakan sumber yang masuk “daftar hitam” (blacklisted) atau diblokir sepenuhnya oleh Wikipedia.
Saat dimintai komentar oleh AFP, xAI memberikan respons otomatis: “Legacy Media Lies.” (Media Warisan Berbohong).
Elon Musk, yang juga pemilik platform X (sebelumnya Twitter), telah berulang kali menuduh Wikipedia memiliki bias ideologi. Ia bahkan menjuluki situs tersebut sebagai “Wokepedia”.
Pada hari Kamis, Musk mengatakan di X bahwa ia berencana mengubah nama Grokipedia menjadi “Encyclopedia Galactica” jika sudah “cukup baik”.
Menanggapi hal ini, Selena Deckelmann, Chief Product and Technology Officer di Wikimedia Foundation (induk Wikipedia), mengatakan bahwa proses Wikipedia terbuka untuk tinjauan publik.
“Berbeda dengan Grokipedia, yang mengandalkan konten buatan AI yang cepat dengan transparansi dan pengawasan terbatas,” kata Deckelmann.
“Justru keterbukaan yang disengaja dan model komunitas inilah yang menjunjung tinggi netralitas dan kepercayaan… tidak ada satu individu, perusahaan, atau agenda yang dapat memengaruhi pekerjaan tersebut.”













