Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terlihat semringah saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Pasalnya, penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun per 31 Januari 2026.
Atau naik 9,8 persen secara tahunan alias year on year (yoy) dibandingkan realisasi Januari 2025 sebesar Rp157,3 triliun. “Alhamdulillah, hingga 31 Januari 2026, realisasi penerimaan negara mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,8 persen secara tahunan,” kata Menkeu Purbaya yang terlihat lebih gagah.
Realisasi penerimaan per Januari itu, kata dia, setara 5,5 persen target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, sebesar Rp3.153,6 triliun. Pertanda kinerja penerimaan negara yang utamanya ditopang setoran pajak bisa tumbuh tinggi 30,8 persen. Nilainya tembus Rp116,2 triliun.
Penerimaan pajak telah mencapai 4,9 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun. “Pertumbuhan tersebut berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7 persen, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23 persen, sehingga seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif,” ujar Menkeu Purbaya.
Sementara untuk penerimaan bea dan cukai, mengalami kontraksi 14 persen. Nilai realisasi penerimaan bea dan cukai tercatat Rp22,6 triliun, atau setara 6,7 persen dari target Rp336 triliun.
Menurut Menkeu Purbaya, penurunan itu dipengaruhi oleh lonjakan impor dengan tarif 2 persen sebesar 29 persen.
Selain itu, pelambatan juga disebabkan oleh turunnya harga minyak kelapa sawit (CPO) dari 1.059 dolar AS per metrik ton menjadi 916 dolar AS per metrik ton atau terkoreksi 13,5 persen.
Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ikut melemah dengan pertumbuhan negatif 19,7 persen. Kontraksi ini disebabkan oleh tidak berulangnya setoran dividen perbankan sebesar Rp10 triliun pada tahun sebelumnya.
“Gambaran penerimaan pajak bulan Januari ini menunjukkan bahwa kelihatannya betul-betul kembalikan arah ekonomi sedang terjadi, sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu,” tutur Menkeu Purbaya.














