Samsung kembali memaksa industri menengok ke arahnya. Setelah bertahun-tahun mendominasi pasar ponsel lipat, perusahaan asal Korea Selatan itu akhirnya memperkenalkan inovasi paling radikalnya: Samsung Galaxy Z TriFold, ponsel tiga lipatan pertama yang siap menjembatani fungsi smartphone, tablet, dan perangkat produktivitas dalam satu bentuk perangkat.
Perangkat futuristis ini pertama kali dipamerkan lewat ulasan dan video prototipe yang diulas Nick Ackerman. Kini Samsung memastikan TriFold akan debut global pada 12 Desember 2025 di Korea Selatan, disusul perilisan terbatas di beberapa negara dengan stok hanya 500 unit melalui program undangan eksklusif.
Dengan keterbatasan unit dan harga super-premium, Galaxy Z TriFold jelas bukan perangkat massal. Ia adalah “showcase product” yang menunjukkan ke mana arah industri foldable bergerak.
Desain Tri-Lipat: Smartphone, Tablet, dan Workstation dalam Satu Perangkat
Galaxy Z TriFold membawa desain tiga lipatan dengan dua engsel yang memungkinkan layar interior Dynamic AMOLED 2X berukuran 10 inci terbentang penuh. Ukuran ini menjadikannya layar terbesar yang pernah digunakan Samsung untuk perangkat Galaxy.
Saat folded, TriFold berubah menjadi smartphone kompak dengan layar cover 6,5 inci. Dalam posisi terbuka penuh, ia berubah menjadi tablet 10 inci—memberi ruang kerja ekstra untuk multitasking dan hiburan.
Namun desain ambisius ini datang dengan konsekuensi. Dual hinge membuat perangkat lebih tebal dan berpotensi menimbulkan pertanyaan soal durabilitas jangka panjang. Samsung mengatasi ini dengan material premium:
- Titanium hinge housing
- Armor Aluminum frame
- Corning Gorilla Glass Ceramic 2
- Rating IP48 untuk perlindungan debu dan percikan air
Saat terbuka penuh, ketebalannya hanya 3,9 mm, namun ketika dilipat mencapai sekitar 12,9 mm.
Multitasking Tingkat Lanjut: Jalankan 3 Aplikasi Sekaligus

Salah satu kekuatan terbesar TriFold adalah multitasking tiga aplikasi secara bersamaan. Dengan ruang layar sebesar tablet, pengguna bisa:
- Video call sambil membuka dokumen
- Menjalankan browser berdampingan
- Mengedit media atau spreadsheet dengan ruang visual lega
Mode Samsung DeX hadir untuk mengubah TriFold menjadi workstation mini tanpa monitor eksternal—cukup sambungkan keyboard dan mouse untuk pengalaman layaknya PC ringan.
Performa Flagship dan Kamera 200MP
Dapur pacu mengandalkan Snapdragon 8 Elite for Galaxy, prosesor custom yang dioptimalkan untuk arsitektur foldable. Dipadukan dengan 16GB RAM dan 512GB penyimpanan, perangkat ini siap menangani aplikasi berat dan multitasking ekstrem.
Sistem kamera membawa konfigurasi flagship:
- 200MP wide
- 12MP ultrawide
- 10MP telephoto
- Dua kamera depan 10MP (cover & under-display)
Hasilnya, TriFold bukan hanya perangkat produktivitas, tapi juga mesin foto/video kelas atas.
Kelemahan: Tidak Mendukung S Pen
Poin minus terbesar adalah ketiadaan dukungan S Pen, padahal form factor tablet akan sangat ideal untuk mencatat, menggambar, dan editing foto.
Samsung menyebut permukaan lipatan tiga membuat dukungan stylus sulit dilakukan untuk generasi pertama.
Baterai 5.600 mAh: Terbesar di Foldable Samsung
TriFold menggunakan baterai 5.600 mAh tiga sel—kapasitas terbesar untuk perangkat lipat Samsung.
Didukung 45W fast charging, 50% baterai dapat terisi dalam 30 menit.
Layar besar jelas akan menuntut daya lebih besar, sehingga ketahanan baterai akan menjadi salah satu aspek yang diuji keras oleh pengguna awal.
Peluncuran Global Terbatas, Harga Fantastis
Samsung membanderol TriFold di Korea dengan harga 3,59 juta won (sekitar Rp41 juta-Rp50 Juta).
UEA, yang masuk gelombang pertama, hanya menerima 500 unit. Pasar lain akan menyusul secara bertahap hingga 2026.
Dengan strategi ini, Samsung tampaknya ingin menguji pasar secara hati-hati sambil memantau respons pengguna terhadap form factor lipat tiga.
Prospek Masa Depan: TriFold Jadi Arah Baru Dunia Foldable
Samsung melihat Z TriFold sebagai pondasi generasi baru perangkat foldable. Bila sukses, kita mungkin akan melihat versi lebih tipis, lebih kuat, dan—yang paling dinanti—dukungan S Pen di masa depan.
Meski belum menjadi perangkat untuk semua orang, TriFold jelas membuka jalan bagi kategori produk yang lebih matang dan relevan dalam beberapa tahun mendatang.













