Pelatih kepala SS Lazio, Maurizio Sarri, mengamati sesi latihan SS Lazio menjelang pertandingan Liga Champions UEFA melawan SS Lazio dan Bayern München di pusat olahraga Formello pada 13 Februari 2024 di Roma, Italia. (Foto oleh Marco Rosi – SS Lazio/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Maurizio Sarri kembali melontarkan kritik terbuka kepada manajemen Lazio, kali ini karena klub dinilai tidak cukup siap menghadapi penjualan penyerang Taty Castellanos. Pernyataan itu muncul setelah Lazio kalah 0-2 dari Napoli dalam laga Serie A yang panas di Stadio Olimpico, Minggu (4/1), dan berakhir dengan tiga kartu merah.
Sarri mengakui Napoli memang tampil lebih kuat, tetapi menilai Lazio turut “membantu” lawan lewat kesalahan sendiri, terutama pada babak pertama. “Kekalahan ini karena Napoli adalah tim yang lebih kuat dari kami. Meski begitu, kami tidak membantu situasi dengan babak pertama yang buruk,” kata Sarri kepada DAZN Italia.
Ia menegaskan kekalahan bisa diterima, namun cara timnya kebobolan tidak semestinya terjadi. “Kami membuat beberapa kesalahan,” ucapnya.
Napoli memastikan kemenangan lewat dua gol di babak pertama, masing-masing dari Leonardo Spinazzola dan Amir Rrahmani, dengan Matteo Politano disebut menjadi kreator utama untuk kedua gol tersebut.
Pertandingan kemudian berubah menjadi serangkaian insiden disiplin: Tijjani Noslin menerima kartu kuning kedua, lalu keributan melibatkan Adam Marusic dan Pasquale Mazzocchi berujung kartu merah untuk keduanya.
Sorotan Sarri tidak berhenti pada lapangan. Ia menilai Lazio semestinya lebih siap secara perencanaan setelah Castellanos dijual ke West Ham United dengan nilai yang dilaporkan €30 juta. Lazio, menurut laporan, baru saja lepas dari pembatasan finansial yang membuat mereka sulit bergerak pada bursa musim panas, tetapi hingga kini belum mengamankan pengganti langsung untuk lini depan.
“Castellanos sudah siap untuk langkah ini, jadi dalam situasi seperti itu menjadi sulit menahan pemain,” ujar Sarri. Namun ia menambahkan, “Mengingat ini bisa terjadi, kami mungkin seharusnya bisa lebih siap menghadapi kemungkinan itu.”
Sarri juga mengisyaratkan kebutuhan belanja yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar menambah jumlah pemain. “Saya bilang kepada direktur kami butuh pemain-pemain penting di zona tertentu. Tidak ada gunanya merekrut pemain yang levelnya sama dengan skuad sekarang,” kata Sarri, menegaskan arah pembicaraan transfer bergantung pada keputusan klub dan direktur olahraga.
Di tengah situasi itu, Lazio juga berisiko kehilangan pilar lain. Ada laporan Fenerbahce siap mengajukan tawaran besar untuk Matteo Guendouzi, yang dapat memperumit stabilitas skuad jika penjualan kembali terjadi tanpa rencana pengganti yang matang.














