Santiago Castro dari Bologna dihalangi oleh Hakan Calhanoglu dari FC Internazionale Milano selama pertandingan Serie A antara FC Internazionale dan Bologna FC 1909 di Stadion Giuseppe Meazza pada 4 Januari 2026 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Inter Milan menegaskan status pemuncak klasemen Serie A setelah menaklukkan Bologna 3-1 di Giuseppe Meazza, Milan, Minggu (4/1/2026) malam waktu setempat.
Kemenangan ini juga menjadi ajang “balas dendam” Nerazzurri atas Bologna, yang sebelumnya menyingkirkan mereka di semifinal Supercoppa Italiana melalui adu penalti setelah bermain 1-1 pada 19 Desember lalu.
Inter tampil menekan sejak awal. Lautaro Martinez langsung merepotkan kiper Federico Ravaglia, yang berulang kali melakukan penyelamatan krusial untuk menjaga Bologna tetap hidup di babak pertama.
Meski begitu, tekanan Inter akhirnya berbuah gol pada menit ke-39. Berawal dari kombinasi Lautaro dan Marcus Thuram, bola dialirkan ke Piotr Zielinski yang melepaskan tembakan first-time dari tepi kotak penalti untuk membuka skor 1-0.
Bologna sempat mencoba merespons, namun Ravaglia kembali menjadi figur sentral untuk menahan gelombang serangan tuan rumah. Ia menepis sejumlah peluang, termasuk tembakan yang berubah arah dan situasi bola mati yang nyaris melintasi garis gawang.
Memasuki babak kedua, Inter langsung menggandakan keunggulan. Lautaro mencetak gol lewat sundulan keras memanfaatkan bola mati Hakan Calhanoglu dari jarak dekat pada menit ke-48. Catatan ini mempertegas ketajaman sang kapten.
Inter menambah gol ketiga pada menit ke-74 dalam situasi yang “unik”. Sepak pojok Federico Dimarco mengenai dada Thuram dan berbelok masuk dari jarak sangat dekat.
Bologna sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83 melalui Santiago Castro yang menyambar bola mati Charalampos Lykogiannis, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Kemenangan ini penting bukan hanya untuk tiga poin, tetapi juga untuk pesan kompetitif Inter dalam perburuan gelar. Dengan sejumlah pemain masih absen—Denzel Dumfries, Ange-Yoan Bonny, dan Matteo Darmian—Inter tetap mampu menjaga kontrol permainan dan menuntaskan laga secara meyakinkan.










