Rayu Raksasa Tata Group, Wamen Komdigi Siap Sulap Pasir Silika RI Jadi ‘Harta Karun’ Cip Global

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 22 Februari 2026 – 11:22 WIB

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria berfoto bersama siswa-siswi peraih penghargaan Intel Global Competition Award dalam AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, Jumat (20/02/2026). (Foto: Komdigi)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria berfoto bersama siswa-siswi peraih penghargaan Intel Global Competition Award dalam AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, Jumat (20/02/2026). (Foto: Komdigi)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus bermanuver untuk memperkuat posisi tawar di rantai pasok digital global. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, secara aktif menjajaki kerja sama pengembangan industri semikonduktor dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam ajang AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, pada 18-20 Februari 2026.

Langkah strategis ini ditandai dengan pertemuan Nezar bersama para raksasa teknologi India, termasuk Tata Group dan Tyrone (Netweb Technologies). Kepada para pemimpin industri tersebut, Nezar menawarkan potensi besar cadangan mineral kritis Indonesia, khususnya pasir silika, yang menjadi bahan baku esensial pembuatan cip (chipset) dan semikonduktor.

“Indonesia memiliki komitmen untuk melakukan hilirisasi mineral kritis. Pasir silika yang tersedia melimpah di tanah air merupakan potensi besar yang harus kita transformasikan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” tegas Nezar dalam rilis resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Kolaborasi dengan pemain global dinilai krusial. Saat ini, entitas Tata Group, yakni Tata Electronics, tengah membangun fasilitas perakitan semikonduktor pertama di India. Sementara Tyrone dikenal sebagai pionir pengembangan server berbasis AI. Sinergi ini diharapkan mampu membuka jalan bagi transfer teknologi dan peningkatan kualitas SDM manufaktur teknologi tinggi di Indonesia.

tata-iphone-manufacturing-india-jpg-1747729942406_1747729941604-1200x675.jpg

Selain melobi investor, Nezar juga terpantau berdiskusi dengan jajaran eksekutif perusahaan teknologi top dunia seperti Qualcomm, Intel, Salesforce, dan Meta untuk membahas infrastruktur digital masa depan.

Apresiasi Inovator Muda Indonesia 

Di sela-sela agenda diplomasi teknologinya, Wamenkomdigi turut memberikan penghormatan khusus kepada delegasi pelajar Indonesia yang berhasil menyabet penghargaan di Intel Global Competition Award.

Dua inovasi AI karya anak bangsa yang mencuri perhatian dunia dalam ajang tersebut adalah:

Agrify: Platform web cerdas karya Muh. Salman A Farisi dan Muh. Sultan Narulloh Telaumbanua. Sistem ini dilengkapi fitur Plant Doctor untuk mendiagnosis penyakit tanaman secara instan, serta penjadwalan tani pintar berbasis analisis cuaca dan pasar demi mendongkrak produktivitas petani kecil.

SITANGGAP: Sistem deteksi dini gejala stroke yang dikembangkan Andre Nugraha dan Nurissa’idah. Berbekal kamera dan mikrofon, AI ini menganalisis ekspresi wajah dan pola suara pasien sesuai standar medis internasional (NIHSS).

“Prestasi gemilang siswa-siswi kita di ajang internasional ini adalah bukti nyata bahwa talenta digital Indonesia memiliki daya saing global dan mampu menciptakan solusi konkret,” pungkas Nezar.