Setelah resmi tak lagi bermain di Liga Brunei, penyerang Timnas Indonesia Ramadhan Sananta kini jadi buruan tim Super League.
Posturnya yang tinggi dan pergerakan yang gesit, serta usianya yang masih muda membuat Sananta masih jadi incaran segar klub-klub elit Indonesia.
Persebaya Surabaya digadang-gadang jadi klub yang pas untuk melanjutkan karier emas Ramadhan Sananta.
Bomber berusia 23 tahun ini dibidik untuk menjadi mesin gol baru klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Peluang Sananta berseragam hijau terbuka lebar karena keberadaan Bernardo Tavares di kursi kepelatihan Persebaya.
Reuni Emas Makassar di Surabaya
Tavares dan Sananta punya ikatan emosional yang kuat. Keduanya adalah aktor kunci saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022-2023.
Di bawah asuhan Tavares kala itu, Sananta tampil sangat tajam dengan mencetak 11 gol krusial dari 24 pertandingan.
Tavares sudah paham luar dalam karakter bermain Sananta. Kedekatan ini diyakini akan mempermudah proses negosiasi dan adaptasi sang pemain jika resmi merapat ke Surabaya.
Status Bebas Transfer
Sananta saat ini berstatus tanpa klub. Klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, baru saja mengumumkan perpisahan resmi dengan sang penyerang.
Petualangan Sananta di Brunei berjalan cukup singkat sejak bergabung pada 1 Juli 2025. Performa Sananta di DPMM FC dinilai kurang memuaskan dengan catatan 4 gol dan 2 assist dari 27 penampilan.
Meski dilepas, DPMM FC menyatakan berpisah secara baik-baik. Manajemen klub Brunei tersebut bahkan membuka pintu untuk kembali bekerja sama di masa depan karena melihat potensi besar Sananta yang masih sangat muda.









