Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat berbicara di acara Free Trade Agreements on Indonesia Industrialization and Economic Perforamance di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). (Foto: Dok. Kemenkeu)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perlunya akselerasi investasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi hingga 6 persen pada 2027.
Hal ini diungkapkan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). “Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan Danantara,” kata Purbaya.
Di samping itu, lanjut dia, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah akan terus memastikan stabilitas ekonomi makro tetap terjaga. Stabilitas ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan.
“Upaya ini dilakukan melalui pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat, menjaga konsumsi, dan mendorong investasi,” jelasnya.
Pemerintah juga akan menjaga suku bunga tetap kompetitif untuk mendukung akses pembiayaan, memperkuat kepercayaan dunia usaha, dan mendorong aktivitas investasi. Di saat yang sama, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah guna memperkuat ketahanan ekonomi, memitigasi dampak global, dan menciptakan kepastian bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi dan ekspansi usaha.
Sejalan dengan upaya memperkuat investasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Purbaya mengatakan pemerintah juga terus mendorong optimalisasi sektor-sektor strategis, khususnya minyak dan gas bumi.
“Untuk itu, pemerintah terus meningkatkan lifting migas melalui reaktivasi sumur yang tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan migas, pemanfaatan teknologi yang lebih maju, dan penguatan pengawasan untuk meningkatkan efisiensi operasi,” bebernya.
Pada saat yang sama, lanjut Purbaya, iklim investasi hulu migas terus diperbaiki melalui kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi. Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan produksi migas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut, harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah akan terus melanjutkan agenda reformasi fiskal secara menyeluruh,” tandasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













