Targetkan Rupiah Stabil Rp17.500/US$, Bos Anyar BI Janji Optimalkan Intervensi Valuta Asing

Diana Medium.jpeg

Selasa, 1 September 2026 – 18:37 WIB

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Foto: Antara)

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkap sejumlah strategi untuk menjaga nilai tukar rupiah yang ditargetkan berada di angka Rp17.500 per dolar AS (US$) pada 2027.

Jurus yang bakal digenjot Destry yang besok dilantik sebagai Gubernur BI adalah optimalisasi intervensi valuta asing (valas).

“Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing. Baik melalui intervensi di pasar NDF luar negeri, maupun transaksi spot dan DNDF di pasar dalam negeri,” ungkap Destry dalam rapat kerja Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Bank sentral Merah Putih juga ancang-ancang memperluas kebijakan insentif, untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas.

“Dengan penguatan langkah tersebut, nilai tukar Rupiah pada 31 Agustus 2026 berada di level Rp17.715 menguat sebesar 1,57 persen dibandingkan dengan akhir Juli 2026 yang sebesar 17.994. Pada tahun 2027, Rupiah diperkirakan dalam tren menguat di kisaran 17.300 hingga 17.800,” ucap dia.

5 Jurus Destry

Hal ini, kata Destry, harus didukung lima faktor utama. Pertama, prospek ekonomi global lebih baik pada 2027 yang tumbuh 3,3 persen. Diperkirakan meredanya risiko geopolitik dan membaiknya persepsi risiko investasi, mendorong derasnya aliran modal masuk ke negara emerging market. Serta, mengurangi tekanan penguatan dalam dolar AS.

“Kedua, fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat, didukung dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, inflasi tetap dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen, NPI-nya tetap sehat, dan imbal hasil investasi yang menarik sehingga pasar keuangan akan semakin berkembang dan cadangan devisa yang memadai,” tuturnya.

Nilai tukar rupiah terkikis ke level Rp17.869 per dolar AS pagi ini. (Foto: Antara).

Ketiga, implementasi kebijakan ekspor satu pintu dan implementasi PP DHE SDA yang diperkirakan akan meningkatkan penerimaan devisa dan penerimaan negara, sekaligus memperkuat cadangan devisa dan nilai tukar rupiah.

“Keempat, komitmen kuat Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi valas, kebijakan suku bunga dan lindung nilai, pendalaman pasar uang dan valas serta pengelolaan likuiditas dan cadangan devisa,” tegas Destry.

Kelima, tentunya terkait dengan penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing, dan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang