PT IIM dan OJK Lampung Sinergi Kembangkan Energi Terbarukan di Desa Penyangga Way Kambas

notification.png

Selasa, 25 November 2025 – 16:02 WIB

Program Desa Energi Insight Kini Merambah Lampung Timur (Foto: OJK)

Program Desa Energi Insight Kini Merambah Lampung Timur (Foto: OJK)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT Insight Investments Management (PT IIM) memperkuat komitmennya terhadap keuangan berkelanjutan dengan menggelar “CSR Partnership Gathering 2025” di Desa Labuan Ratu VII, Lampung Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung, serta mitra distribusi penjualan.

Acara ini bertujuan memperluas dampak sosial dan lingkungan dari program unggulan “Desa Energi Insight: Renewable Energy for Ecotourism and Conservation”, khususnya di wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas.

Direktur PT IIM, Ria M. Warganda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Program Desa Energi Insight merupakan salah satu program CSR unggulan PT IIM yang merupakan inisiatif berkelanjutan yang menjadi salah satu pilar utama dari komitmen perusahaan untuk mewujudkan Transforming Investment into Social Impact,” ujar Ria dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

Rangkaian kegiatan meliputi monitoring pembangunan infrastruktur energi terbarukan seperti biogas dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), demplot pertanian organik, hingga pengelolaan kompos. Selain itu, digelar pula Workshop Batik Ecoprint sebagai upaya pemberdayaan ekonomi perempuan dan aksi konservasi di sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. 

Menurutnya, langkah PT IIM sejalan dengan kebijakan OJK dalam memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan.

“Program Desa Energi Insight menjadi contoh nyata bagaimana prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dapat diterjemahkan menjadi aksi di lapangan. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang tidak hanya fokus pada profitabilitas, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan lingkungan,” kata Otto.

Program di Lampung Timur ini merupakan perluasan dari keberhasilan program serupa di Manggarai Barat, NTT. 

Di Lampung, PT IIM bekerja sama dengan Yayasan Rumah Energi dan Indonesian Rhino Initiative. Fokus utamanya adalah pengembangan energi terbarukan untuk ekowisata, pelatihan literasi keuangan bagi Kelompok Tani Hutan, serta produksi pakan silase.

Sebagai informasi, sumber pendanaan program ini berasal dari penyisihan sebagian management fee produk Reksa Dana Pendapatan Tetap Insight Renewable Energy Fund (I-Renewable).

“Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa investasi berkelanjutan tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi investor, tetapi juga mendorong perubahan positif bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Ria.

Topik
Komentar