Presiden Napoli: UEFA dan FIFA Untung Besar, Klub Justru Terus Merugi

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 15 Juli 2026 – 14:40 WIB

Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis melontarkan kritik keras kepada UEFA dan FIFA. Ia menyebut klub sepak bola hanya menjadi

Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis melontarkan kritik keras kepada UEFA dan FIFA. Ia menyebut klub sepak bola hanya menjadi “boneka”, sekaligus mengungkap rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 70 ribu penonton. (Foto: EPA)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, kembali melontarkan kritik tajam terhadap tata kelola sepak bola Eropa. Ia menilai klub-klub saat ini hanya menjadi “boneka” yang dimanfaatkan oleh UEFA dan FIFA untuk menghasilkan keuntungan.

Pernyataan itu disampaikan De Laurentiis saat menghadiri acara perkenalan pelatih baru Napoli, Massimiliano Allegri, di Teatro San Carlo, Selasa (14/7).

Menurut De Laurentiis, klub seharusnya memiliki kendali lebih besar terhadap industri sepak bola karena merekalah yang menjadi sumber utama pendapatan kompetisi.

“Di Eropa kami semua hanyalah boneka yang melayani UEFA dan FIFA. Mereka menjadi kaya dari kami, sementara kami bahkan tidak bisa melihat secara transparan kondisi keuangan mereka,” kata De Laurentiis.

Ungkap Proyek Stadion Baru

Selain menyinggung UEFA dan FIFA, De Laurentiis juga membeberkan rencana pembangunan stadion baru untuk Napoli.

Ia mengatakan klub sedang mengembangkan proyek stadion berkapasitas 70.000 penonton yang akan dilengkapi 120 sky box atau ruang VIP.

Beberapa lokasi telah dipertimbangkan, termasuk bekas kawasan kilang Q8 di San Giovanni a Teduccio. Namun, rencana tersebut masih berbenturan dengan keinginan pemerintah kota Naples yang lebih memilih merenovasi Stadio Diego Armando Maradona.

Nilai Sistem Sepak Bola Tidak Sehat

De Laurentiis menilai persoalan utama sepak bola modern bukan terletak pada kualitas kompetisi, melainkan pada regulasi dan model bisnis yang diterapkan.

Menurutnya, banyak klub besar di Italia maupun Inggris tetap mengalami kerugian meski memiliki pendapatan berkali-kali lipat dibanding klub lain.

“Di Italia maupun Inggris ada klub-klub besar, tetapi jika melihat laporan keuangan mereka, banyak yang tetap merugi meski pendapatannya tiga atau empat kali lebih besar dari kami. Itu berarti ada sesuatu yang salah dalam sistem sepak bola,” ujarnya.

Sebagai produser film Hollywood sebelum berkecimpung di sepak bola, De Laurentiis mengaku ingin membawa pendekatan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam pengelolaan klub.

Kritik terhadap UEFA dan FIFA bukan kali pertama disampaikan De Laurentiis. Dalam beberapa tahun terakhir, ia beberapa kali mempertanyakan distribusi pendapatan kompetisi internasional dan menilai klub seharusnya memperoleh porsi yang lebih besar mengingat mereka menjadi pihak yang menyediakan pemain, investasi, dan daya tarik utama bagi sepak bola dunia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang