Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani (kedua kiri) menyapa wartawan saat meninjau implementasi Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (Antara Foto/Hafidz Mubarak A/bay/foc).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan akan meresmikan peletakan batu pertama, atau groundbreaking, Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Peresmian akan berlangsung besok, Kamis (16/7/2026).
“Nanti kita lihat ya. Tapi insyaallah Presiden akan meresmikan ground breaking Blok Masela,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Ketika disinggung mengenai kehadiran Prabowo secara langsung atau virtual, Bahlil belum memberikan kepastian. Ia menyebut kehadiran Prabowo masih dalam tahap konfirmasi.
“Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri,” ucapnya.
Sebagai informasi, Indonesia adalah negeri gemah ripah loh jinawi, punya kekayaan alam yang tumpah ruah. Termasuk gas yang terkandung di Blok Masela, cadangannya mencapai 18,4 triliun kaki kubik (Trillion Cubic Feet/TCF). Kalau dirupiahkan, nilainya setara Rp352 triliun.
Sayangnya, proyek ini tak kunjung digarap raksasa minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang, Inpex Corporation. Tapi jangan khawatir, BPI Danantara kepincut untuk membiayai proyek lapangan gas abadi yang letaknya di Laut Arafura, Provinsi Maluku.
Tak sedang bercanda, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut Danantara berpotensi mendanai proyek Abadi Masela.
Saat ini, kata dia, persiapan proses Final Investment Decision (FID) masih terus berlangsung dengan proses pencarian buyer atau pembeli gas. Ketika sudah dipastikan pembelinya, maka pembahasan FID akan dimulai. Termasuk menyusun sistem pendanaan yang kemungkinan besar melibatkan Danantara.
“Kami telah memberi deadline kepada para pihak harus sudah memutuskan kesepakatan harga paling telat bulan depan, kemudian saat acara IPA pada bulan Mei 2026 dapat ditandatangani HOA/GSA,” ungkap Djoko, dikutip Senin (16/3/2026).
Setelah HOA/GSA diteken, lanjut Djoko, proses selanjutnya adalah negosiasi dengan pihak financial institution untuk membiayai proyek gas Masela. Sehingga, FID bisa ditandatangani pada Desember 2026.
Dia mengatakan, opsi untuk melibatkan Danantara merupakan bentuk kepastian dari kelanjutan proyek Masela. “Apabila pihak financial institution lambat mengambil keputusan, maka pihak Danantara dapat membiayainya, agar tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda ini proyek ini,” tegas Djoko.
Saat ini, kata dia, negosiasi penjualan LNG dari Blok Masela semakin mengerucut. Dari puluhan calon pembeli global, tersisa 5 perusahaan pemain kelas dunia. Negosiasinya berlangsung panjang dan melibatkan berbagai calon pembeli dari sejumlah negara.
Negosiasi lanjutan penjualan LNG Masela ke international buyer dari 66 calon buyer mengerucut jadi 40, kemudian 9 buyer, dan terakhir tinggal 5 buyer. “Kelima calon pembeli tersebut adalah Osaka Gas, Kyushu Electric Power, Shell Trading, BP Trading, serta Chevron Trading,” ujar Djoko.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









