Ekonom: Patriot Bond Buka Peluang Konglomerat Cawe-cawe Membangun Negeri

Clara Medium.jpeg

Rabu, 15 Juli 2026 – 20:39 WIB

Ilustrasi--Rencana penerbitan Patriot Bond oleh BPI Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun berbeda dengan skema penerbitan SBN. (Foto: Antara).

Ilustrasi–Rencana penerbitan Patriot Bond oleh BPI Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun berbeda dengan skema penerbitan SBN. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ekonom dari Universitas Andalas (Unand), Syafruddin Karimi menilai, Patriot Bonds memiliki potensi menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi proyek strategis nasional (PSN).

Menurutnya, Patriot Bonds menawarkan konsep penghimpunan dana dari korporasi dan kelompok usaha domestik, melalui BPI Danantara untuk membiayai proyek strategis.

Skema tersebut, dinilai mampu mengurangi ketergantungan pembangunan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Surat Berharga Negara (SBN), utang lembaga keuangan asing atau perbankan.

“Penghimpunan sekitar Rp68,4 triliun melalui tiga private placement menunjukkan bahwa Patriot Bonds memiliki kapasitas dalam memobilisasi modal besar,” ujar Syafruddin kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (14/7/2026).

Dana tersebut, kata dia, dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, transisi energi, pengolahan sampah menjadi energi, hilirisasi, hingga proyek-proyek lain yang membutuhkan investasi awal besar. Serta yang memiliki masa pengembalian jangka panjang.

Syafruddin mengatakan, keberadaan Patriot Bonds juga berpotensi mempercepat proyek yang selama ini tertunda akibat keterbatasan anggaran pemerintah.

“Dalam kondisi fiskal seperti itu, Danantara membutuhkan sumber pendanaan tambahan agar proyek strategis tidak seluruhnya bergantung pada APBN. Patriot Bonds dapat mengisi ruang tersebut dengan menarik kas korporasi, dana investor besar, serta dana yang mungkin direpatriasi dari luar negeri,” jelas dia.

Di sisi lain, Syafruddin menyebut, imbal hasil (yield) atau kupon dari Patriot Bonds yang relatif rendah atau hanya 2 persen/tahun, dinilai dapat menekan biaya dana yang harus ditanggung Danantara.

Dengan biaya dana yang murah ketimbang imbal hasil SBN yang rata-rata di atas 6 persen/tahun, proyek-proyek investasi berpotensi memiliki beban bunga yang lebih ringan. Sehingga meningkatkan kelayakan finansialnya.

Apabila dana tersebut benar-benar masuk ke proyek produktif, Syafruddin menilai, dampaknya dapat meningkatkan konektivitas, menekan biaya logistik, memperkuat kapasitas produksi, menciptakan lapangan kerja, hingga mempercepat hilirisasi,

Semua poin itu menjadi daya ungkit bagi bertumbuhnya ekonomi ke level tinggi.  Selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto menumbuhkan ekonomi hingga ke level 8 persen pada 2029.

Di sisi lain, Syafruddin menilai, Patriot Bonds dapat memperdalam sumber pembiayaan domestik serta menarik dana repatriasi dari luar negeri. Berpotensi menambah pasokan devisa sekaligus mendukung stabilitas penguatan nilai tukar rupiah.

“Kehadiran instrumen keuangan baru berupa Patriot Bonds memperluas pilihan investasi dan menghubungkan modal privat dengan kebutuhan pembangunan nasional,” ucapnya. 
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang