Pemerintah Tawarkan ORI029: Kupon Hingga 5,80 Persen untuk Investor Ritel

Clara Medium.jpeg

Senin, 26 Januari 2026 – 14:36 WIB

Plt. Direktur Surat Utang Negara Novi Puspita Wardani saat memaparkan penawaran Obligasi Negara Ritel ORI029 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Plt. Direktur Surat Utang Negara Novi Puspita Wardani saat memaparkan penawaran Obligasi Negara Ritel ORI029 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah kembali menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) melalui dua seri, yaitu ORI029T3 dan ORI029T6. Seri ORI029 ini menjadi SBN ritel pertama yang ditawarkan pada tahun ini.

Penawaran dilakukan secara online melalui e-SBN dan dibuka mulai 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB hingga 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.

“Masa penawarannya mulai hari ini, pukul 09.00 tadi pagi sampai dengan nanti tanggal 19 Februari, itu pun juga pukul 10.00 WIB,” ujar Plt. Direktur Surat Utang Negara, Novi Puspita Wardani, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

ORI029 diterbitkan dalam dua tenor, yakni 3 dan 6 tahun. Huruf “T” pada akhir nama seri menandakan tenor, yaitu ORI029T3 untuk tenor 3 tahun dan ORI029T6 untuk tenor 6 tahun.

Keduanya menawarkan kupon tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo. Untuk tenor 3 tahun, kupon ditetapkan sebesar 5,45% dengan jatuh tempo pada 15 Februari 2029. Sementara tenor 6 tahun menawarkan kupon 5,80%, jatuh tempo pada 15 Februari 2032.

“Kalau yang 6 tahun kuponnya 5,80 persen, yang 3 tahun 5,45 persen. Karena ini fixed rate, maka kupon tersebut akan tetap sampai dengan jatuh tempo,” jelas Novi.

Pembayaran kupon ORI029 dilakukan setiap bulan dengan pajak final sebesar 10% yang langsung dipotong sebelum masuk ke rekening investor. Obligasi ini dapat dibeli dengan nominal minimum Rp1 juta.

“Nominal minimal pemesanannya Rp1 juta, very affordable, terutama untuk generasi muda yang baru belajar investasi. Maksimal pembelian untuk T3 sebesar Rp5 miliar dan untuk T6 sebesar Rp10 miliar,” tutur Novi.

ORI029 dipasarkan melalui 28 mitra distribusi, terdiri atas 18 bank umum, 6 perusahaan efek, dan 4 agen penjual efek reksa dana (APERD). Informasi lebih lengkap mengenai ORI029 dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Keuangan.

Selain memberikan keuntungan finansial bagi investor, penerbitan SBN ritel termasuk ORI029 juga mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Manfaatnya ada dua, secara pribadi investor mendapatkan keuntungan, dan secara sosial ikut mendukung pembiayaan APBN yang hasilnya akan kembali ke masyarakat,” ucapnya.