Pabrik Baru di Subang Didemo Warga Soal Loker, Ini Respons Bos VinFast

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 24 Desember 2025 – 00:01 WIB

Baru sehari diresmikan, pabrik VinFast Subang didemo ratusan warga terkait tenaga kerja lokal. (Foto: Dok. VinFast Indonesia)

Baru sehari diresmikan, pabrik VinFast Subang didemo ratusan warga terkait tenaga kerja lokal. (Foto: Dok. VinFast Indonesia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Belum kering euforia peresmian fasilitas perakitan mobil listrik VinFast di Subang, Jawa Barat, produsen otomotif asal Vietnam ini sudah dihantam badai protes. Hanya berselang sehari pasca-seremoni grand opening pada Senin (15/12/2025), ratusan warga setempat langsung ‘mengepung’ pabrik yang berlokasi di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo tersebut.

Aksi demonstrasi yang videonya viral di media sosial itu menyuarakan satu tuntutan utama: prioritas tenaga kerja lokal. Warga mendesak PT VinFast Automobiles Indonesia tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, melainkan aktif menyerap potensi SDM di wilayah sekitar pabrik.

Respons CEO: Dinamika Wajar, Standar Tetap Utama

Menanggapi gejolak di gerbang pabriknya, CEO VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto memilih bersikap kalem. Baginya, aksi massa tersebut merupakan dinamika sosial yang wajar terjadi pada perusahaan baru.

“Karena kami ini kan baru mulai, perjalanan masih panjang. Tentu kita harus berjalan bersama-sama, bukan hanya dengan warga sekitar, tapi Subang dan Indonesia pada umumnya,” ujar Kariyanto kepada wartawan, dikutip Selasa (23/12/2025).

Meski berjanji akan mendengarkan aspirasi warga, Kariyanto menegaskan bahwa pintu masuk ke VinFast tidak terbuka begitu saja tanpa saringan. Sebagai perusahaan otomotif yang bermain di kancah global, pihaknya tetap memegang teguh standar manufaktur internasional.

“Prioritas warga sekitar itu pasti, tetapi standard is a standard. Kami akan terus mengikuti standar yang ada,” tegasnya. Untuk menjembatani kesenjangan kompetensi, VinFast kini gencar bekerja sama dengan institusi pendidikan vokasi dan universitas agar masyarakat lokal mampu memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan.

Investasi Jumbo US$1 Miliar dan Ambisi Ekspor

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare ini bukan proyek main-main. Pada fase awal, VinFast telah menggelontorkan investasi sebesar US$200 juta (sekitar Rp4,7 triliun) dengan kapasitas produksi 50.000 unit pertahun. Ke depan, total investasi akan digelembungkan hingga angka fantastis US$1 miliar dengan target produksi 350 ribu unit per tahun.

Raksasa EV Vietnam ini berencana menjadikan Subang sebagai basis produksi model kemudi kanan, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, hingga VF 7, baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. Tak hanya mobil, mulai tahun depan pabrik ini juga direncanakan merakit sepeda motor listrik dan MPV listrik komersial.

Jika berjalan sesuai rencana dan kapasitas penuh tercapai, pabrik ini diproyeksikan mampu menciptakan antara 5.000 hingga 15.000 lapangan kerja langsung.

Kini, tantangan bagi VinFast adalah bagaimana meredam kecemburuan sosial dan membuktikan bahwa investasi triliunan rupiah tersebut benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat Subang, bukan sekadar angka di atas kertas laporan tahunan.