Mulai Senin, Pelajar di Sumatera Bersekolah di Tenda Darurat BNPB

Reza Medium.jpeg

Minggu, 4 Januari 2026 – 00:01 WIB

Sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Sedikitnya 94 siswa di sekolah itu terpaksa mengikuti kegiatan belajar-mengajar dan ujian di bawah tenda BNPB karena gedung sekolah mereka hancur akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Kamis (27/11/2025). (Foto: Antara/Iggoy el Fitra/foc).

Sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Sedikitnya 94 siswa di sekolah itu terpaksa mengikuti kegiatan belajar-mengajar dan ujian di bawah tenda BNPB karena gedung sekolah mereka hancur akibat banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Kamis (27/11/2025). (Foto: Antara/Iggoy el Fitra/foc).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sekolah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai kembali berdenyut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda darurat agar proses belajar mengajar tetap berjalan mulai Senin (5/1/2026).

Langkah ini ditempuh sembari aparat gabungan mempercepat pembersihan sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Tak semua bangunan bisa langsung dipakai, sehingga tenda jadi solusi sementara agar anak-anak tak terlalu lama kehilangan hak belajar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan pembersihan sekolah terus dikebut, baik sekolah umum maupun madrasah.

Ia menyebut, sebagian sekolah ditargetkan sudah bisa digunakan pada Senin. Namun, untuk sekolah yang masih dalam tahap pembersihan, pembelajaran akan dipindahkan ke tenda.

“Tetapi mungkin ada kondisi-kondisi beberapa sekolah mungkin masih dalam tahap pembersihan. Sementara waktu kita akan mengoptimalkan tenda-tenda sementara untuk proses belajar mengajar,” kata Abdul dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2025).

BNPB juga melaporkan jumlah korban jiwa bencana banjir dan longsor di Sumatera kembali bertambah. Per Sabtu, total korban meninggal dunia mencapai 1.167 orang.

“Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Sehingga per hari ini 3 Januari 2026 total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.167 jiwa,” ujar Muhari.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat masih ada 165 orang yang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.

Sementara itu, jumlah pengungsi menunjukkan tren penurunan. Dalam dua hari terakhir, BNPB mencatat pengungsi tersisa 257.780 orang.

“Ini menunjukkan di samping progres pembersihan kawasan saat ini sangat intensif, juga aparat gabungan, masyarakat, relawan dan segenap entitas yang terlibat, ini juga mulai membersihkan kawasan pemukiman, khususnya rumah yang terdampak sedang hingga ringan,” katanya.

Muhari menjelaskan, warga yang masih bertahan di pengungsian umumnya merupakan korban dengan rumah rusak berat atau hanyut akibat banjir dan longsor.

“Ini akan update terus pendataan untuk kebutuhan hunian sementara, DTH ataupun rekapitulasi untuk hunian tetap,” ucapnya.