Sempat tertunda, Meta dilaporkan akan merilis jam tangan pintar Malibu 2 tahun ini. (Foto: laverdadnoticias.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ambisi Mark Zuckerberg untuk menguasai pergelangan tangan pengguna tampaknya belum padam. Setelah sempat mati suri, Meta dilaporkan kembali tancap gas dalam pengembangan jam tangan pintar (smartwatch) pertamanya yang dijadwalkan meluncur tahun ini.
Laporan terbaru dari The Information, yang dikutip pada Jumat (20/2/2026), mengungkapkan bahwa perusahaan induk Facebook dan Instagram ini tengah menghidupkan kembali proyek perangkat dengan kode nama ‘Malibu 2’. Perangkat ini tidak hanya sekadar penunjuk waktu, namun dipersenjatai dengan kecerdasan buatan, Meta AI, serta fitur pemantauan kesehatan yang mumpuni.
Kebangkitan dari Meja Efisiensi
Langkah Meta ini terbilang menarik sekaligus mengejutkan. Pasalnya, pada tahun 2022, proyek smartwatch ini sempat dihentikan total. Saat itu, divisi Reality Labs milik Meta tengah mengalami tekanan finansial hebat yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan pada Januari lalu.
Kala itu, sang CEO Mark Zuckerberg sempat menyatakan akan lebih selektif dalam menggelontorkan investasi di Reality Labs, dengan fokus utama pada pengembangan kacamata pintar (smart glasses). Namun, kembalinya ‘Malibu 2’ ke meja produksi menunjukkan adanya pergeseran strategi untuk memperkuat ekosistem wearable Meta.
Menanti Inovasi Kamera di Pergelangan Tangan
Jika menilik rekam jejak pengembangannya pada 2021 silam, smartwatch Meta ini bukanlah perangkat biasa. Bocoran kala itu menyebutkan Meta sempat bereksperimen dengan sistem operasi Android open source dan fitur kamera yang dapat dilepas-pasang. Bahkan, tersiar kabar bahwa mereka sempat menguji model dengan tiga kamera sekaligus—sebuah fitur yang belum lazim ditemukan di pasar jam tangan pintar saat ini.
Kehadiran Meta AI di dalam ‘Malibu 2’ diprediksi akan menjadi pembeda utama dengan kompetitor seperti Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch. Meta tampaknya ingin mengintegrasikan asisten digital mereka secara lebih intim ke dalam keseharian pengguna melalui perangkat yang menempel di tubuh.
Fokus pada Masa Depan AR/MR
Meski proyek jam tangan pintar ini kembali memanas, Meta tetap menjaga fokus pada perangkat realitas tambahan (Augmented Reality/AR). Saat ini, kacamata pintar Meta Ray-Ban diklaim telah mendulang respons positif di pasar Amerika Serikat.
Di balik layar, Meta juga dikabarkan sedang menggarap empat perangkat kacamata AR dan Mixed Reality (MR) baru. Namun, bagi para penggemar headset VR, tampaknya harus sedikit bersabar. Model headset mixed reality generasi berikutnya dengan nama sandi ‘Phoenix’ dilaporkan mengalami penundaan jadwal peluncuran hingga awal 2027 mendatang.













