Meski BI Intervensi Nonstop ke Pasar Global, Rupiah Masih ‘Loyo’ Rp17.883/US$

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 29 Mei 2026 – 18:36 WIB

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: Tangkapan layar YouTube BI) .

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: Tangkapan layar YouTube BI) .

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah dijaga nonstop 24 jam di pasar global, meski pasar domestik memasuki masa libur. Hal ini merespons pelemahan nilai tukar (kurs) yang kini mencetak rekor baru di kisaran Rp17.800 per dolar AS (US$).

Perkembangan rupiah di pasar offshore bergerak melemah hingga melewati level Rp17.800/US$ saat pasar domestik memasuki masa libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5) dan Kamis (28/5).

Saat penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), mata uang Garuda tercatat ‘ambruk’ ke Rp17.883/US$, berdasarkan catatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

“Sebagaimana disampaikan Gubernur Bank Indonesia pada kesempatan sebelumnya, Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, around the world, around the clock,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Ramdan menambahkan, komitmen BI diwujudkan melalui optimalisasi intervensi pasar valas, melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah (Timteng).

Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

Selain itu, kata Ramdan, BI terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung masuknya aliran modal asing.

Dari sisi permintaan dolar AS, BI juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$25.000 per pelaku per bulan yang berlaku mulai Juni 2026.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi,” katanya.

Ramdan menegaskan, bank sentral terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang