Mentan Tegaskan Jangan Politisasi Sektor Pangan, Hajat Hidup Orang Banyak

Basuki Medium.jpeg

Kamis, 13 November 2025 – 14:49 WIB

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). (Foto: Dhessy Vitriana/ Inilahjateng

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025). (Foto: Dhessy Vitriana/ Inilahjateng

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan seluruh pihak agar jangan mempolitisasi sektor pangan. Amran tak mempersoalkan untuk berpolitik asalkan tak mempolitisasi pangan.

“Silakan berpolitik, tapi jangan dipolitisasi sektor pangan,” kata Mentan seusai melakukan sidak harga beras, di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/11/2025), dilansir dari Inilahjetang.

Menurut Amran, dari hasil sidak tersebut harga beras medium masih stabil di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Selanjutnya Amran menyebutkan untuk beras SPHP harga di pasaran Rp12.000/kg atau di bawah HET Rp13.500/kg, sedangkan beras premium di pasaran di kisaran harga Rp13.000/kg dengan HET untuk premium Rp14.900/kg.

“Kami tanya langsung ke pedagang karena ada tokoh nasional (yang menyatakan) harga (beras) melambung tinggi, harga tidak terjangkau,” tuturnya menjelaskan.

Terkait hal tersebut, Amran meminta agar seluruh pihak tidak menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Tolong aku minta dengan segala kerendahan hati mewakili petani, jangan zalimi petani kita. Boleh berpolitik tapi jangan politisasi pangan. Ini untuk hajat hidup orang banyak, jangan dipolitisasi. Silakan politisasi yang lain. Jangan karena kepentingan pribadi atau kelompok jangan merugikan kepentingan rakyat kecil,” ujar Amran menguraikan.

Amran menegaskan hal itu penting karena jika pangan bermasalah maka negara bisa bermasalah.

Ia juga memastikan saat ini stok beras di Bulog di angka 3,8 juta ton, sehingga aman untuk kebutuhan di akhir tahun.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan setiap hari Senin dilakukan rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Ketika harga sedikit naik pasti diintervensi dengan komunikasi dengan Kementan, Bulog. SPHP hari ini sangat baik dan isu-isu terkait MBG menjadi penentu harga itu tidak benar,” ujarnya.

Ia mengatakan justru ketentuan harga yang sudah dipatok di MBG menjadikan harga komoditas pokok di pasaran tidak akan mengalami kenaikan.

“Kami juga minta ke masyarakat kalau menemukan harga di luar HET silakan sampaikan ke kami di TPID,” tuturnya.

Mengenai antisipasi kenaikan harga beras di akhir tahun, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan stok di masing-masing provinsi mencapai dua kali lipat dari normal.

“Stok ini untuk mengantisipasi harga naik saat Natal dan tahun baru,” katanya.

Ia juga memperkirakan pada momentum Natal dan tahun baru tersebut angka konsumsi akan mengalami kenaikan di kisaran 15-30 persen.

Topik
Komentar