Menkeu se-ASEAN Ancang-ancang Siapkan Strategi Jaga Ekonomi Imbas Konflik Global

Nebby Medium.jpeg

Senin, 13 April 2026 – 11:55 WIB

Harga minyak mentah Brent dan WTI terbang hingga 8 persen imbas ancaman Donald Trump memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal total. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Harga minyak mentah Brent dan WTI terbang hingga 8 persen imbas ancaman Donald Trump memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi AS-Iran di Islamabad gagal total. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara Asia Tenggara mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM) ke-13 yang digelar pada Jumat (10/4). Pertemuan ini turut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.

Dalam forum tersebut, negara-negara ASEAN sepakat memperkuat koordinasi kebijakan serta meningkatkan kerja sama guna menghadapi tekanan global yang berpotensi memengaruhi perekonomian kawasan.

“Upaya tersebut tercermin dari ekonomi ASEAN yang tetap tangguh, didukung oleh permintaan domestik dan investasi yang terjaga, meski masih dihadapkan pada berbagai tekanan global seperti ketegangan geopolitik, volatilitas arus modal dan tantangan perubahan iklim,” kata Filianingsih kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

Para pemangku kebijakan menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah yang diperlukan, termasuk mempererat kemitraan dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan pasar keuangan, percepatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara, serta peningkatan kesehatan finansial masyarakat.

Sebagai arah kebijakan jangka panjang, ASEAN telah menyiapkan Finance Sectoral Plan 2026–2030 sebagai bagian dari upaya mewujudkan ASEAN Community Vision 2045. Selain itu, inisiatif Project Revive juga dijalankan untuk memperbaiki tata kelola serta efektivitas kerja sama di sektor keuangan.

“Keberhasilan Project Revive sangat bergantung pada komitmen kuat seluruh anggota ASEAN, termasuk memastikan bahwa kerangka kerja sama yang baru mampu menjadi wadah yang efektif untuk membahas isu strategis seperti ekonomi makro, stabilitas sistem keuangan dan risiko kawasan,” ujar Filianingsih.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan tiga Priority Economic Deliverables (PEDs) di sektor keuangan dan bank sentral pada masa Keketuaan Filipina 2026, yakni penguatan pasar modal yang tangguh, percepatan konektivitas pembayaran regional, serta peningkatan financial health sebagai bagian dari inklusi keuangan.

“Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan,” ucap Filianingsih.

Dalam aspek integrasi keuangan, ASEAN mencatat sejumlah capaian, di antaranya penyempurnaan ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) melalui Guidelines 2.0, penguatan Capital Account Liberalisation (CAL), serta perluasan penggunaan Local Currency Transaction (LCT).

Selain itu, kesepakatan ASEAN Swap Arrangement (ASA) terbaru juga disambut sebagai upaya memperkuat jaring pengaman keuangan kawasan, guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Di sektor sistem pembayaran, konektivitas lintas batas terus diperluas untuk mendukung inklusi keuangan, sekaligus diiringi penguatan keamanan sistem guna mengantisipasi risiko penipuan digital.

Sementara itu, dalam agenda pembiayaan berkelanjutan, ASEAN mendorong peningkatan mobilisasi dana, baik dari sektor publik maupun swasta, termasuk akses pembiayaan iklim dan penguatan kapasitas negara anggota dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang