Lawan Okupasi, 12 Situs Sejarah Baru Palestina Masuk Daftar Tentatif UNESCO

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 17 Juli 2026 – 17:31 WIB

Masjid Ibrahimi di Hebron, wilayah Tepi Barat, Palestina, salah satu situs bersejarah UNESCO yang diambil alih oleh Israel. (Foto: islamicarchitecturalheritage.com)

Masjid Ibrahimi di Hebron, wilayah Tepi Barat, Palestina, salah satu situs bersejarah UNESCO yang diambil alih oleh Israel. (Foto: islamicarchitecturalheritage.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina resmi mengumumkan masuknya 12 situs sejarah baru ke dalam Daftar Tentatif (Sementara) Warisan Dunia UNESCO.

Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi erat dengan Delegasi Tetap Negara Palestina untuk UNESCO. Dengan penambahan ini, total situs bersejarah Palestina yang terdaftar dalam daftar sementara tersebut kini melonjak menjadi 23 situs.

Upaya Menembus Kancah Internasional

Mengutip laporan kantor berita WAFA, Jumat (17/7/2026), kementerian terkait menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari ikhtiar nasional untuk memperkuat eksistensi peninggalan sejarah Palestina di panggung dunia.

Langkah ini tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya dan keindahan alam Palestina, tetapi juga mempertegas posisi negara tersebut sebagai bagian penting dari warisan peradaban manusia global yang tak terpisahkan.

Masuknya situs-situs tersebut ke dalam Daftar Tentatif juga menjadi pijakan krusial dalam menyusun dokumen nominasi agar kelak diakui secara penuh sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Selain meningkatkan perlindungan dan kelestarian situs, status ini juga memperluas peluang kerja sama internasional dalam pengelolaan warisan budaya.

Melindungi Sejarah dari Cengkeraman Okupasi

Pencapaian luar biasa ini diraih di tengah ancaman serius dari pihak pendudukan yang terus menargetkan situs-situs bersejarah di Palestina.

Belakangan ini, upaya okupasi gencar menyasar sejumlah kawasan arkeologi penting, seperti Sebastia, Kolam Salomo, dan Masjid Ibrahimi. Mereka berupaya mengisolasi wilayah-wilayah bersejarah tersebut dari lingkungan sekitarnya demi merebut kendali penuh.

Menyikapi ancaman tersebut, Kementerian Pariwisata dan Purbakala Palestina menegaskan komitmennya untuk terus mendokumentasikan dan memproteksi seluruh warisan budaya mereka.

Di tengah berbagai rintangan berat yang menghadang, perlindungan terhadap situs arkeologi mutlak dilakukan demi menjaga sejarah bangsa agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang