Kader Gerindra Soroti Sejuta Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur, Dorong Penguatan Program Magang

Diana Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 22:18 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari. (Foto: Dok. Fraksi Partai Gerindra DPR RI).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Putih Sari. (Foto: Dok. Fraksi Partai Gerindra DPR RI).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyoroti masih tingginya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang diperkirakan telah menembus lebih dari satu juta orang.

Menurut dia, kondisi ini menunjukkan tenaga kerja terdidik masih menghadapi hambatan dalam memasuki dunia kerja, terutama terkait minimnya pengalaman praktis serta ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri.

Ia menilai, proses transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja belum berjalan optimal.

“Banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi akademik memadai, namun masih memerlukan penguatan keterampilan praktis serta pemahaman terhadap kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri,” ujar Putih Sari di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Sebagai respons atas kondisi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah meluncurkan program pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi. Program ini diperkuat melalui Permenaker Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi.

Ia menjelaskan, cakupan program pemagangan terus diperluas, tidak hanya di perusahaan, tetapi juga di instansi pemerintah dan lembaga negara independen. Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah peserta, dari 20.000 orang pada tahap awal menjadi 100.000 peserta pada tahun anggaran 2025.

“Program pemagangan ini menjadi salah satu instrumen strategis dalam menjembatani kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri,” jelasnya.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman kerja nyata, meningkatkan kompetensi teknis dan soft skills, serta memahami budaya kerja di lingkungan industri.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut, mengingat pendanaannya bersumber dari APBN.

Komisi IX, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Tak hanya itu, Putih Sari menegaskan program pemagangan harus menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Ia juga mendorong dunia usaha untuk lebih terbuka dalam menerima peserta magang.

“Pemagangan tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus memberikan dampak nyata berupa peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja,” tegas kader Partai Gerindra tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Kemenaker agar program pemagangan benar-benar mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang