Dunia tenis putra resmi memiliki raja baru. Jannik Sinner kembali menduduki singgasana peringkat 1 dunia setelah tampil fenomenal di final Rolex Monte-Carlo Masters 2026. Dalam duel “Blockbuster” melawan rival terberatnya, Carlos Alcaraz, petenis asal Italia tersebut menang dua set langsung 7-6(5), 6-3 di Court Rainier III, Minggu (12/4/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar gelar juara biasa. Ini adalah pernyataan dominasi absolut Sinner yang mulai menyapu bersih berbagai rekor bersejarah di awal musim 2026.
Comeback Poin yang Mustahil
Hanya satu bulan lalu, misi Sinner untuk kembali ke puncak dunia tampak mustahil. Sebelum turnamen Indian Wells dimulai, Carlos Alcaraz memimpin jauh dengan keunggulan 3.150 poin atas Sinner. Namun, Sinner membalas dengan cara yang luar biasa: ia memenangkan gelar di Indian Wells, Miami, dan kini Monte-Carlo secara beruntun.
Kini, dengan koleksi 13.350 poin, Sinner resmi menggeser Alcaraz (13.240 poin) untuk memulai pekan ke-67 dirinya sebagai petenis nomor 1 dunia.
Sejajar dengan Sang Legenda, Novak Djokovic
Keberhasilan Sinner menjuarai tiga turnamen Masters 1000 pertama di awal musim (Indian Wells, Miami, Monte-Carlo) membawanya masuk ke buku sejarah. Ia menjadi orang kedua dalam sejarah tenis putra yang mampu melakukan pencapaian tersebut sejak era Masters 1000 dimulai, menyamai rekor yang dibuat oleh Novak Djokovic pada tahun 2015.
Performa Sinner musim ini benar-benar sulit dipercaya. Berikut adalah rincian statistik luar biasanya hingga April 2026; Rekor Menang-Kalah: 24 kemenangan dan hanya 2 kali kalah di musim 2026. Sinner juga mencatat 22 kemenangan beruntun di turnamen seri Masters 1000.
Sinner mencatatkan diri dengan memenangkan 4 gelar Masters 1000 terakhir secara berturut-turut (termasuk Paris Masters akhir tahun lalu), sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh Novak Djokovic dan Rafael Nadal.
Menatap Masa Depan Tanpa Beban
Berbeda dengan Carlos Alcaraz yang harus berjuang keras mempertahankan poin besarnya, Sinner berada di posisi yang sangat menguntungkan. Tahun lalu, Sinner sempat absen di beberapa turnamen akibat larangan bertanding sementara (terkait kasus hukum doping yang kini sudah selesai sepenuhnya dengan kesepakatan suspensi 3 bulan yang telah dijalani).
Hal ini membuatnya tidak memiliki tekanan untuk mempertahankan poin di turnamen-turnamen mendatang, yang berarti posisinya di peringkat 1 dunia kemungkinan besar akan bertahan lama.
Dengan performa yang disebut para pengamat sebagai form “unplayable” atau tak terhentikan, Jannik Sinner kini membidik target berikutnya di Madrid Open untuk terus memperpanjang rekor kemenangannya.









