Akbar Faizal: Menyesal Beli dan Pakai Mobil Listrik BYD!

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 14 April 2026 – 02:15 WIB

Model kendaraan BYD Seal dipamerkan selama Gaikindo Jakarta Auto Week di Tangerang, Indonesia, pada 22 November 2024. (Foto: Getty Images)

Model kendaraan BYD Seal dipamerkan selama Gaikindo Jakarta Auto Week di Tangerang, Indonesia, pada 22 November 2024. (Foto: Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Reputasi jenama mobil listrik asal Tiongkok, BYD, tengah mendapat sorotan tajam. Politikus senior Akbar Faizal secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mendalamnya terhadap layanan purnajual (aftersales) BYD Indonesia, usai sedan listrik BYD Seal miliknya bermasalah parah.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (13/4/2026), Akbar menceritakan rentetan pengalaman buruknya. Mobil listrik seharga ratusan juta yang dibelinya secara kredit pada Desember 2025 dari diler BYD Sudirman itu mengalami masalah teknis yang disebutnya “oleng joget”.

Alih-alih mendapat perbaikan yang cepat dan memadai, Akbar justru dihadapkan pada birokrasi layanan yang saling lempar tanggung jawab antara pihak diler BYD, leasing (Clipan Finance), asuransi (Asuransi MAG), dan bengkel rekanan.

“Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan, itulah BYD Indonesia Sudirman, Clipan Official, serta perusahaan asuransi Asuransi MAG. Mobil bermasalah (oleng joget), pihak-pihak ini saling lempar tanggung jawab,” tulis Akbar dengan nada geram.

Salah Analisis, Mobil Makin Parah

Selama lebih dari dua bulan, nasib BYD Seal miliknya terkatung-katung tanpa kejelasan. Puncak kekesalannya terjadi ketika bengkel internal yang ditunjuk BYD justru memperparah kondisi kendaraan akibat salah analisis.

“Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah, saya kembalikan ke mereka lagi,” ungkapnya.

Memasuki bulan keempat tanpa solusi konkret, Akbar mengambil langkah tegas. Ia memutuskan untuk menahan pembayaran cicilan pada bulan April 2026. Keputusan ini berujung pada teror penagihan dari pihak leasing melalui puluhan nomor telepon berbeda, yang ia abaikan.

Pada 10 April 2026, Clipan Finance melayangkan Surat Peringatan (SP) pertama. Menanggapi hal tersebut, Akbar menantang balik pihak leasing.

“Mereka tak peduli nasib mobil saya. Jika mau tarik, mobil itu sekarang ada di halaman kantor kalian, atau di bengkel payah yang kalian pilih. Menyesal beli dan pakai mobil listrik BYD,” tegasnya.

BYD Janji Selesaikan Miskomunikasi

Merespons keluhan publik dari tokoh senior tersebut, pihak PT BYD Motor Indonesia akhirnya angkat suara. Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan perusahaan kini berfokus pada penyelesaian masalah secepatnya.

“Saat ini fokus BYD adalah penyelesaian cepat dan tepat. Mengkonsolidasi semua pihak agar tidak terjadi miss komunikasi kembali,” kata Luther.

Sebagai langkah konkret, pihak manajemen BYD dijadwalkan akan menemui Akbar Faizal secara langsung pada hari ini untuk mengurai benang kusut layanan purnajual tersebut.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang