Isu BBM Naik, Warga Mojokerto Panic Buying Antre di SPBU

Anton Medium.jpeg

Rabu, 1 April 2026 – 00:32 WIB

Antrean kendaraan di SPBU Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Foto: beritajatim)

Antrean kendaraan di SPBU Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Foto: beritajatim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ratusan pengendara sepeda motor dan mobil antre di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Mojokerto Raya sejak beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa (31/3/2026) petang.

Seperti yang terlihat di SPBU Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, warga antre mengisi bahan bakar sebelum harga BBM benar-benar naik, atau kehabisan.

“Saya agak panik, jadi sekarang langsung isi BBM karena katanya mau naik. Kalau harga naik kita juga ikut panik, jadi lebih baik isi sebelum naik,” ujar Dipa Fahmi saat mengantre.

Sementara itu, Pengawas SPBU Penompo, Vivi Novita Sari (36) mengatakan, antrean kendaraan di SPBU Penompo mengular terutama pada jam pulang kerja hingga malam hari. Ia menyebut lonjakan antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU Penompo dipicu kabar yang beredar luas di masyarakat.

“Karena isu BBM naik 10 persen. Warga mulai panik, sehingga antrean terjadi sejak Selasa sore sampai malam ini. Untuk stok BBM di SPBU penompo masih aman untuk dua sampai tiga hari. Tadi bahkan kami buka dua pompa dengan dua operator agar antrean bisa cepat terurai,” jelasnya.

Di SPBU Penompo, tersedia tiga produk BBM milik Pertamina, yakni Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Namun saat ini, stok yang tersisa hanya Pertalite dan Pertamax Turbo. Pihak SPBU mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang menyikapi isu yang beredar.

“Kami berharap masyarakat tidak panic buying. Pemerintah juga belum tentu menaikkan harga BBM, jadi sebaiknya tetap tenang,” pungkasnya. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang