Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko (kedua kanan).(Foto: Ditjen Imigrasi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyiapkan layanan khusus bagi atlet asing sebagai bagian dari dukungan terhadap meningkatnya kompetisi olahraga internasional di Indonesia. Layanan ini mencakup kemudahan administrasi hingga penyediaan jalur cepat (fast track) di bandara.
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menangani kebutuhan atlet dan pelaku olahraga internasional yang datang ke Indonesia.
“Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi,” kata Hendarsam dalam keterangannya, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Hendarsam menyebut langkah ini diambil seiring tingginya ketergantungan kompetisi olahraga nasional terhadap pemain asing.
Ia mengungkap tim khusus tersebut akan memberikan berbagai kemudahan, mulai dari proses kedatangan hingga pengurusan dokumen secara digital.
“Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga. Dengan begitu, para atlet tidak perlu mengalami kesulitan dalam proses administrasi. Contoh paling konkret, kami akan menyediakan jalur khusus (fast track) bagi para atlet, sehingga mereka tidak perlu mengantre. Selain itu, proses administrasi akan dipermudah melalui sistem aplikasi, sehingga mereka tidak perlu melalui pemeriksaan yang berulang atau antre seperti penumpang lainnya,” ujarnya.
Hendarsam menilai kemudahan tersebut penting untuk menjaga kenyamanan atlet selama berada di Indonesia, termasuk dalam menjaga performa mereka saat bertanding.
“Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna (user-friendly), namun tetap memiliki fungsi pengawasan,” jelasnya.
Kendati demikian, Hendarsam juga memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan, terutama bagi atlet asing yang bekerja dalam jangka waktu tertentu di Indonesia.
“Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan,” ucapnya.
Selain sektor olahraga, Ditjen Imigrasi juga akan memperluas layanan serupa ke bidang seni, budaya, dan sains yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.
Hendarsam mengungkap tim khusus akan dibentuk untuk menangani ketiga bidang ini.
“Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada tiga bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk mempermudah proses-proses tersebut,” paparnya.
Jalur Khusus Imigrasi Dukung Ajang MotoGP Mandalika
Tim khusus tersebut juga disiapkan untuk mendukung berbagai ajang internasional yang digelar di Indonesia, seperti MotoGP Mandalika dan pertandingan eksibisi Clash of Legends yang akan menghadirkan Cristiano Ronaldo dan Alessandro Del Piero di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi. Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Nirmala Dewi.
Ia menilai dukungan dari Imigrasi akan sangat membantu penyelenggaraan event internasional, khususnya di cabang bola basket.
“Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton. Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket,” kata Nirmala dalam keterangannya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











