Momentum Safer Internet Day (Hari Internet Aman Sedunia) yang jatuh pada pekan ini menjadi pengingat krusial bagi orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas digital anak. Meta, selaku induk perusahaan Facebook dan Instagram, membagikan panduan agar orang tua dapat memastikan keamanan remaja di internet tanpa harus bersikap otoriter atau memicu konflik.
Dalam keterangan resminya, Rabu (12/2/2026), Meta menekankan bahwa di tengah derasnya tren aplikasi baru dan grup percakapan yang ramai, orang tua tetap bisa suportif tanpa merasa kewalahan (overwhelmed). Kuncinya terletak pada kombinasi komunikasi dua arah dan pemanfaatan fitur teknologi bawaan.
Berikut adalah 5 tips mudah melindungi remaja di media sosial agar pengalaman digital mereka tetap positif:
1. Tetap ‘Kepo’ dengan Dunia Mereka
Bagi remaja, media sosial bukan sekadar hiburan, tapi tempat mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas. Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak paham siapa konten kreator favorit mereka atau lelucon (jokes) yang mereka lontarkan.
Namun, cobalah untuk tetap “kepo” atau ingin tahu dengan cara yang positif. Ajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di internet. Pendekatan ini biasanya membuat remaja lebih terbuka untuk menceritakan aktivitas digital mereka kepada Anda.
2. Bangun Komunikasi Dua Arah yang Hangat
Mengaktifkan fitur keamanan itu penting, tapi membangun kepercayaan jauh lebih krusial. Jadikan diskusi soal internet sebagai komunikasi dua arah yang santai, bukan interogasi.
Anda bisa mulai dengan pertanyaan ringan seperti:
Apa yang paling mereka suka saat online?
Apa yang harus dilakukan jika menerima pesan dari orang asing?
Kapan waktu yang tepat untuk istirahat dari gadget?
Membicarakan topik ini dari hati ke hati akan membantu menyamakan ekspektasi antara Anda dan anak.
3. Manfaatkan Fitur ‘Akun Remaja’ Otomatis
Tahukah Anda bahwa platform seperti Instagram dan Facebook kini memiliki perlindungan bawaan? Saat remaja menggunakan aplikasi ini, akun mereka otomatis masuk ke kategori Akun Remaja yang dilengkapi fitur keamanan ketat.
Fitur ini memastikan:
Orang asing tidak bisa mengirimkan pesan ke remaja Anda.
Hanya teman yang bisa melakukan tag.
Konten tidak sesuai usia akan tersaring otomatis.
Gambar mencurigakan di DM (Direct Message) akan otomatis di-blur.
Fitur ini berlaku untuk remaja di bawah 18 tahun. Khusus untuk usia di bawah 16 tahun, mereka bahkan memerlukan izin orang tua jika ingin mengubah pengaturan ini.
4. Tentukan Screen Time yang Ideal
Masalah durasi main HP sering jadi pemicu konflik di rumah. Untuk mengatasinya, manfaatkan fitur pengingat istirahat yang tersedia di Meta. Remaja akan mendapat pengingat setelah bermain media sosial selama 60 menit.
Selain itu, ada fitur Mode Tidur yang aktif otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Fitur ini akan mematikan suara notifikasi dan mengirim balasan otomatis jika ada yang menghubungi. Jika butuh kontrol lebih ketat, Anda bisa menggunakan fitur pengawasan orang tua untuk memblokir akses di waktu tertentu, seperti saat jam belajar atau makan malam.
5. Jaga Komunikasi Tetap Update
Lanskap keamanan digital berubah sangat cepat. Apa yang relevan saat anak berusia 13 tahun mungkin tidak lagi cocok saat mereka menginjak 16 tahun. Oleh karena itu, orang tua perlu terus memperbarui wawasan dan menyesuaikan gaya komunikasi.
Jika Anda membutuhkan panduan teknis atau referensi ahli, Anda bisa mengunjungi Family Center Education Hub yang disediakan oleh Meta.













