Harga Plastik Melonjak 80 Persen, Menteri UMKM Putar Otak Siapkan Mitigasi

Reza Medium.jpeg

Selasa, 7 April 2026 – 00:01 WIB

Harga plastik naik signifikan sejak sebelum Lebaran pada 21 Maret 2026. (Foto: Antara).

Harga plastik naik signifikan sejak sebelum Lebaran pada 21 Maret 2026. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Beban pelaku UMKM makin berat menyusul lonjakan harga plastik kemasan yang dipicu ketegangan di Timur Tengah. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengaku sedang menyiapkan langkah mitigasi untuk meredam dampak kenaikan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global tersebut.

Maman menegaskan bahwa kenaikan tersebut berdampak langsung pada pelaku usaha kecil, terutama terkait biaya kemasan produk.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Namun, kami akan menyiapkan langkah mitigasinya,” ujar Maman di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Kementerian UMKM rencananya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah penanganan. Namun, Maman menyebut pembahasan tersebut masih dalam tahap awal sehingga detail teknisnya belum dapat dirinci.

Harga plastik domestik dilaporkan melonjak antara 30% hingga 80%. Kenaikan ekstrem ini terjadi seiring memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang mengganggu distribusi nafta sebagai bahan baku utama plastik.

Lonjakan harga minyak global dan gangguan pasokan bahan baku turunan minyak bumi menjadi pemicu utama yang mengancam biaya operasional UMKM yang bergantung pada kemasan plastik.

Merespons kondisi ini, Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mendesak pemerintah segera melakukan intervensi pasar guna melindungi pelaku usaha.

“Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia nasional agar ketergantungan terhadap pasokan global dapat dikurangi,” tegas Firnando.

Pemerintah diharapkan segera melakukan langkah nyata agar kenaikan biaya kemasan tidak memicu kenaikan harga produk UMKM atau menurunkan daya beli masyarakat secara luas.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang