Publik Amerika Serikat (AS) kembali dihebohkan dengan munculnya instalasi seni provokatif di kawasan prestisius National Mall, tak jauh dari Gedung Putih. Sebuah singgasana megah dengan toilet emas di tengahnya mendadak nangkring sebagai bentuk sindiran keras terhadap gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Aksi gerilya ini diklaim oleh kelompok seni rahasia bernama ‘The Secret Handshake’. Mengutip laporan AFP, Kamis (2/4/2026), kelompok ini memang dikenal kerap menyebar monumen dadakan yang menyentil isu-isu sensitif di Washington.
Sebelumnya, mereka sempat memicu kontroversi lewat patung yang menggambarkan Trump bersama sosok pesakitan seksual, Jeffrey Epstein.
Sindiran Atas Renovasi ‘Emas’ Gedung Putih
Kehadiran toilet emas ini bukan tanpa alasan. Instalasi tersebut merupakan kritik terbuka atas perubahan drastis interior Gedung Putih sejak Trump kembali menjabat. Di tahun pertamanya, Trump dinilai terlalu memaksakan selera pribadinya yang serba glamor dan kaku pada bangunan bersejarah tersebut.
Beberapa perubahan yang memicu polemik antara lain dekorasi emas yang kini mendominasi Ruang Oval, penghancuran Sayap Timur untuk diubah menjadi ballroom raksasa, hingga pengaspalan Taman Mawar (Rose Garden) yang dulunya dikenal elegan dan sederhana.

Instalasi tersebut dirancang menyerupai marmer dengan toilet emas mengkilap sebagai pengganti tempat duduk singgasana. Di bagian depan, terpampang plakat bertuliskan judul satir: “Sebuah singgasana yang layak untuk seorang raja.”
Plakat tersebut berisi kalimat menohok: “Di masa perpecahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, konflik yang meningkat, dan gejolak ekonomi, Presiden Trump fokus pada apa yang benar-benar penting: merenovasi kamar mandi Lincoln di Gedung Putih.”
Tulisan itu ditutup dengan sindiran bahwa Trump adalah sosok yang hanya fokus mengecat masalah dengan warna emas.
Jadi Magnet Wisatawan dan Penentang Trump
Meski bersifat ilegal dan dadakan, instalasi ini langsung berubah menjadi objek wisata dadakan. Kerumunan wisatawan hingga warga yang berseberangan secara politik dengan Trump tampak antre untuk mengabadikan momen di depan ‘singgasana’ tersebut.
“Saya datang ke Washington hanya untuk mengambil foto ini karena saya membenci Trump,” ujar Nancy Chase (78), seorang pengunjung kepada AFP.
Senada dengan Nancy, William Hoker (69) sengaja mengayuh sepedanya ke National Mall agar tidak kehilangan momentum melihat karya satir tersebut sebelum dibersihkan petugas.
“Saya pikir ini melambangkan dengan sempurna sosok yang ada di dalam Gedung Putih saat ini. Memang perlu untuk mengejek Presiden jika sudah berlebihan,” tambah Steve Toulotte, rekan Hoker.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gedung Putih maupun otoritas keamanan taman terkait keberadaan instalasi seni ‘The Secret Handshake’ tersebut.













