Atasi Kenaikan Harga Avtur, DPR Minta Pemerintah Belajar dari Pengalaman Vietnam

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 3 April 2026 – 04:09 WIB

Anggota DPR, Rivqy Abdul Halim. (Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi).

Anggota DPR, Rivqy Abdul Halim. (Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan pemerintah untuk segera mengantisipasi dampak lonjakan harga avtur dunia hingga 80 persen terhadap maskapai.

Pemerintah perlu mengantisipasi secara serius potensi kenaikan harga tiket pesawat akibat lonjakan avtur, agar tidak menekan daya beli masyarakat, mengganggu konektivitas antarwilayah, atau berdampak pada sektor pariwisata.

“Kita tidak bisa membiarkan mekanisme pasar berjalan tanpa pengawasan dalam situasi ekstrem seperti ini. Pemerintah perlu hadir untuk memastikan kenaikan biaya tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat,” ujar Rivqy di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Rivqy meminta pemerintah belajar dari negara lain, karena kenaikan harga avtur bisa berakibat ekstrem, seperti yang terjadi di Vietnam. “Kita harus belajar dari negara lain. Krisis avtur sampai memaksa pengurangan penerbangan secara drastis adalah peringatan serius. Indonesia tidak boleh mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Rivqy mengatakan, kenaikan harga avtur di tengah dinamika geopolitik global menjadi hal yang sulit dihindari. Hal ini berpotensi besar mendorong kenaikan harga tiket pesawat di Indonesia.

“Dalam konteks global saat ini, kenaikan harga avtur memang tidak mudah dihindari, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegah dampaknya terhadap harga tiket. Pemerintah harus hadir karena mobilitas masyarakat Indonesia, dengan kondisi geografis kepulauan, sangat bergantung pada transportasi udara,” katanya.

Politikus PKB ini mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pemberian subsidi terbatas atau insentif fiskal kepada maskapai penerbangan. Subsidi tersebut berguna untuk menahan lonjakan harga tiket pesawat dalam jangka pendek.

Rivqy juga mendorong peningkatan kapasitas produksi avtur dalam negeri serta efisiensi distribusinya untuk menekan biaya logistik.

Tak hanya itu, dia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara perusahaan penerbangan pelat merah dengan maskapai swasta di Indonesia guna menjaga stabilitas industri di tengah tekanan global. “Kolaborasi antara maskapai BUMN dan swasta harus diperkuat agar industri penerbangan nasional lebih tangguh menghadapi krisis,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat bergerak cepat dan responsif agar dampak kenaikan harga avtur global tidak membebani masyarakat secara berlebihan. “Hal yang kita jaga bukan hanya industri penerbangan, melainkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi yang terjangkau,” katanya.

Harga Avtur

Harga avtur mengalami kenaikan antara 70 hingga 80 persen. Di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), harga avtur untuk rute domestik periode 1–31 Maret 2026 dipatok sebesar Rp13.656,51 per liter, naik menjadi Rp23.551,08 per liter pada periode 1–30 April 2026. Kenaikannya mencapai 72,45 persen.

Angka kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga avtur domestik pada 2019 saat dibentuknya aturan tarif batas atas (TBA) untuk tiket pesawat. Kala itu, harga avtur hanya Rp7.970 per liter. Total kenaikan dalam tujuh tahun mencapai 295 persen.

Sementara itu, harga avtur rute internasional naik lebih tinggi. Untuk periode 1–30 April 2026 di Bandara Soetta, harganya mencapai US$1,338 per liter atau naik 80,32 persen dibandingkan periode 1–31 Maret 2026 sebesar US$0,742 per liter. Jika dibandingkan dengan 2019, kenaikannya mencapai 223 persen. Kala itu, harga avtur berada di level US$0,6 per liter.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang