Dukung Produksi Maung MV3 hingga Amunisi, BTN Guyur Kredit Rp1,5 Triliun untuk Pindad

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 31 Mei 2026 – 11:04 WIB

PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat (Jabar). (Foto: ANTARA/Ricky Prayoga).

PT Pindad (Persero) di Bandung, Jawa Barat (Jabar). (Foto: ANTARA/Ricky Prayoga).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT Bank Tabungan Negara (Persero/BBTN) Tbk, berkomitmen untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Melalui pemberian kredit senilai Rp1,5 triliun kepada PT Pindad (Persero).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan, penguatan industri pertahanan di dalam negeri, menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional.

Terlebih, kata dia, pemerintah saat ini, menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional. Tercermin dari anggaran pertahanan dalam APBN 2026 yang mencapai lebih dari Rp180 triliun.

“Kami berharap, dukungan BTN ini bisa meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional,” ujar Nixon di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Nixon menjelaskan, dukungan pembiayaan diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga (K/L). Baik yang bersumber dari APBN murni maupun APBN yang berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri.

Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional Pindad. Yakni, produksi Maung MV3 yang merupakan kendaraan operasional nasional yang kini menjadi kendaraan dinas pejabat negara. Serta produksi berbagai jenis amunisi serta water cannon yang mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Nixon mengatakan, kolaborasi strategis BTN dengan Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) loan facility sebesar Rp1,5 triliun, menegaskan perseroan dalam mendukung kemandirian industri pertahanan sekaligus menyukseskan berbagai program unggulan nasional.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, amunisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis Pindad tersebut, BTN mengucurkan fasilitas pinjaman Rp1,5 triliun, terdiri dari cash loan atau KMK Kontraktor Rp125 miliar, serta fasilitas non-cash loan berupa bank garansi, SKBDN, dan L/C dengan sub-limit trust receipt senilai Rp1,375 triliun.

Hadir dalam acara penandatanganan PKS dengan Pindad, Nixon bersama Dirut Pindad Prof Sigit Puji Santosa, Direktur Keuangan dan SDM Pindad Tambok Parulian Setyawati Simanjuntak, Wadirut BTN Oni Febriarto, serta Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugraha.

Nixon melanjutkan, BTN percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional, bisa berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang,” tutur Nixon.

Sementara itu,  Sigit mengapresiasi dukungan pembiayaan BTN dalam memperkuat kapasitas produksi Pindad, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

“Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Ia menambahkan, sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang