Dukung Evaluasi Program MBG, HKTI Apresiasi Keputusan Prabowo Copot Dadan Cs

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 5 Juni 2026 – 09:53 WIB

Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Suroyo. (Foto: Antara).

Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Suroyo. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Suroyo mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).

Terkait karut-marutnya program prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan gizi rakyat Indonesia khususnya kelas menengah bawah.

Keputusan Presiden Prabowo mengganti pimpinan BGN, dinilai sebagai langkah penyelamatan strategis demi memastikan program prioritas MBG bisa berjalan optimal.

Menurut Suroyo, ketegasan Presiden Prabowo menunjukkan komitmen tanpa kompromi dari Kepala Negara terhadap kualitas masa depan anak bangsa.

“Ketegasan Presiden patut diacungi jempol dan kami dukung sepenuhnya. Program MBG merupakan harapan masa depan generasi bangsa, sekaligus momentum besar bagi peningkatan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, pegiat UMKM, dan masyarakat pedesaan”, tegas Suroyo di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dia menegaskan, HKTI memandang pergantian kepemimpinan di BGN sebagai langkah quality control yang mutlak diperlukan. Kami percaya penuh bahwa pimpinan baru BGN akan membawa perbaikan yang komprehensif, khususnya dalam memperkuat pengawasan dan memperbaiki manajemen tata kelola.

“Kami menegaskan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG. HKTI menilai MBG merupakan katalisator utama yang mendorong eskalasi permintaan komoditas domestik saat ini dan masa depan. Program ini bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan motor penggerak ekonomi yang langsung menguntungkan jutaan petani dan masyarakat pedesaan kita” ujarnya.

Kata Suroyo, HKTI meyakini implementasi program MBG akan lebih baik di masa depan. Termasuk kesejahteraan petani hingga pelosok daerah, semakin terjamin. Di mana, mereka adalah garda terdepan dalam menyuplai bahan pangan segar dan berkualitas.

“Mulai dari beras, sayuran, buah, telur, daging, ikan, hingga susu lokal. Keberhasilan MBG adalah keberhasilan petani dan masyarakat pedesaan,” tandasnya.

Selanjutnya dia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap optimis dan mengawal jalannya program MBG. Sejauh ini, HKTI meyakini pelaksanaan program MBG memberikan multiplier effect yang luar biasa. “Baik untuk mengentaskan stunting, meningkatkan gizi, maupun menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di pedesaan,” pungkasnya.

Presiden Prabowo resmi memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusannya diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain itu, dua Wakil Kepala (Waka) BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya juga dicopot. Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Dadan, Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Waka BGN. Sementara untuk 2 Waka BGN anyar, diisi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah Presiden melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG dalam 1,5 tahun terakhir.

Selang hitungan jam, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya menjadi tersangka dugaan korupsi tata kelola program MBG. Kini, Dadan cs yang berstatus tersangka, harus mendekam di rutan Kejagung. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang