Dituntut Mundur dari BoP, Menlu Sugiono: Semua Agenda Ditangguhkan!

Vonita Medium.jpeg

Rabu, 4 Maret 2026 – 04:51 WIB

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Foto: Antara)

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, akhirnya merespons gelombang desakan agar Indonesia segera mundur dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Alih-alih memberikan jawaban lugas terkait status keanggotaan RI, Sugiono mengungkapkan bahwa seluruh agenda pembicaraan di dalam dewan tersebut saat ini berstatus ditangguhkan (on hold). Hal ini merupakan imbas langsung dari agresi militer AS dan Israel ke Iran.

“Saat ini pembicaraan BoP semuanya berstatus on hold. Seluruh perhatian sekarang teralihkan (shifted) pada penanganan situasi di Iran,” jelas Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam.

Meski demikian, Sugiono memastikan Indonesia tidak tinggal diam. Pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara Arab di kawasan Teluk untuk menentukan nasib dan arah BoP ke depan, mengingat mereka juga menjadi pihak yang dirugikan oleh pecahnya konflik ini.

“Terkait masalah Board of Peace, kita terus berkonsultasi dan mengonsolidasikan langkah secara erat dengan rekan-rekan di negara Teluk. Sebab, mereka juga tergabung dalam BoP dan wilayahnya ikut terdampak serangan,” tambahnya.

Kritik Keras: BoP Gagal Total

Tuntutan agar RI angkat kaki dari BoP sebelumnya mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat. Selain Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi pembebasan Palestina Aqsa Working Group (AWG) turut mengecam keras keberadaan dewan tersebut.

Ketua Umum AWG, M. Anshorullah, menilai keterlibatan AS—sebagai inisiator BoP—dalam membombardir Iran menjadi bukti sahih bahwa instrumen internasional tersebut gagal total menjamin perdamaian dunia, dan justru melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Serangan militer AS dan rezim Zionis Israel terhadap negara berdaulat seperti Iran adalah pelanggaran berat. BoP yang dijanjikan sebagai instrumen perdamaian justru gagal total,” tegas Anshorullah dalam keterangan resminya, Senin (2/3/2026).

Lebih jauh, AWG menyoroti bahaya tersembunyi dari eskalasi ini. Menurut Anshorullah, perang di Iran sengaja diciptakan untuk mengalihkan perhatian global, sehingga Israel bisa lebih leluasa melanjutkan aksi represif dan genosida mereka di wilayah pendudukan Palestina, termasuk membatasi akses ke Masjid Al-Aqsa.

“Dengan fokus global yang kini tersita oleh serangan AS-Israel ke Iran, tindakan represif Zionis Israel terhadap rakyat Palestina justru semakin leluasa dilakukan tanpa sorotan,” pungkasnya.